Upaya reformasi dan transparansi pengelolaan BUMN di Indonesia siap memasuki babak baru. Badan Pengelola Investasi Danantara mengonfirmasi rencana membawa sejumlah perusahaan milik negara untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun depan.
Kepala Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemetaan terhadap entitas BUMN yang dinilai matang untuk go public sedang berjalan intensif. Langkah ini diproyeksikan sebagai bagian dari strategi besar meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, dan nilai korporasi di mata investor domestik maupun global.
Dorong Transparansi dan Pengawasan Publik
Dalam keterangannya di forum Investor Daily Summit di Jakarta, Rosan menegaskan bahwa aksi korporasi ini bukan sekadar upaya menghimpun modal segar, melainkan mekanisme untuk memperkuat tata kelola perusahaan (good corporate governance).
Langkah melantai di bursa diyakini dapat meningkatkan visibilitas dan pengawasan terhadap BUMN secara signifikan, baik dari BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), para pemangku kepentingan, hingga masyarakat luas.
Sektor Strategis dan Keputusan Akhir Tahun
Meski masih enggan merinci entitas mana saja yang diproyeksikan melepas sahamnya ke publik, Rosan memberi bocoran bahwa calon emiten tersebut berasal dari tiga sektor krusial, yakni keuangan, infrastruktur, dan pertambangan.
Danantara menargetkan keputusan final mengenai daftar BUMN yang akan meluncur ke bursa dapat rampung pada akhir tahun ini. Kriteria utama yang ditetapkan mencakup kesiapan fundamental, potensi pertumbuhan, serta proyeksi sambutan positif dari pasar modal dalam dan luar negeri.
Restrukturisasi Besar BUMN di Bawah Danantara
Bursa Efek Indonesia mencatat aksi IPO BUMN terakhir dilakukan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), anak usaha PT Pertamina (Persero), pada 2023. Saat ini, terdapat 37 entitas BUMN dan anak usahanya yang berstatus perusahaan terbuka di BEI, termasuk raksasa perbankan nasional seperti Bank Mandiri dan BNI.
Di bawah kendali Danantara sebagai sovereign wealth fund, konsolidasi BUMN kini berada dalam satu komando penuh. Rencana IPO ini berjalan seiring dengan program restrukturisasi berskala besar, di mana pemerintah menargetkan pengurangan jumlah BUMN secara drastis—dari sekitar 1.074 entitas menjadi hanya 250 entitas—demi menciptakan ekosistem bisnis negara yang lebih ramping, lincah, dan kompetitif.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post