Dunia olahraga lari internasional kembali dicoreng oleh aksi ketidakjujuran peserta demi konten media sosial. Sun Yuanyuan, seorang pembuat konten (influencer) asal China yang populer dengan nama Abeeeer, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka usai kedapatan berbuat curang dengan menaiki sepeda saat mengikuti ajang bergengsi Berlin Marathon di Jerman pada akhir September lalu.
Influencer yang memiliki lebih dari 520.000 pengikut di platform media sosial RedNote tersebut sebelumnya mengklaim berhasil menyentuh garis finis ajang lari marathon sepanjang 42,195 kilometer itu dengan catatan waktu 4 jam, 53 menit, dan 46 detik. Namun, kejanggalan pada performa larinya memicu penyelidikan dari komunitas pengawas independen hingga akhirnya fakta kecurangan tersebut terkuak ke publik.
Anomali Data dan Temuan Pengawas Independen
Dugaan kecurangan berawal dari analisis yang dirilis oleh Official Marathon Time Integrity Unit (OMTIU), sebuah lembaga pengawas independen berbasis daring yang didirikan oleh dua pelari asal Australia. OMTIU bertugas meneliti keabsahan catatan waktu para peserta perlombaan, khususnya figur publik dan influencer yang kerap membagikan hasil lomba mencurigakan demi popularitas digital.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, OMTIU membeberkan bukti berupa foto yang memperlihatkan Abeeeer sedang membonceng sepeda di sekitar kilometer ke-38. Selain bukti visual, data statistik perlombaan menunjukkan anomali yang signifikan. Laju lari (pace) Abeeeer yang awalnya terus melambat secara konsisten sejak awal perlombaan, tiba-tiba mengalami lonjakan kecepatan yang tidak masuk akal di fase akhir.
Pada jarak antara kilometer ke-35 hingga ke-40, ia secara ajaib mencatatkan waktu 30 menit 49 detik. Angka tersebut menjadi interval waktu (split) 5 kilometer tercepat yang diraihnya sepanjang perlombaan, sebuah dinamika fisik yang dinilai mustahil bagi pelari yang mengalami kelelahan di jarak krusial.
Pengakuan Dosa dan Penghapusan Konten
Menghadapi bukti-bukti yang tidak terbantahkan, Sun Yuanyuan akhirnya mengakui perbuatannya. Dalam pernyataan resmi berpesan tertulis yang diunggah menggunakan bahasa Mandarin, ia berdalih nekad menaiki sepeda karena kondisi fisiknya menurun drastis saat mendekati kilometer akhir lintasan.
Ia menyadari bahwa tindakan memotong jalur dan mengabaikan integritas perlombaan merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap etika keolahragaan. “Itu tindakan yang sangat tidak jujur,” tulis Abeeeer sembari menyampaikan rasa penyesalan mendalam karena telah mencederai semangat sportivitas dan rasa keadilan dalam kompetisi marathon dunia.
Menanggapi gelombang kritik dari warganet dan komunitas pelari global, influencer tersebut telah menghapus seluruh unggahan, foto, dan dokumentasi video yang berkaitan dengan keberadaannya di Berlin Marathon dari akun RedNote pribadinya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post