BERLIN — China semakin mengukuhkan posisinya sebagai raja robotika industri dunia. Laporan terbaru World Robotics 2026 yang dirilis oleh Federasi Robotika Internasional (IFR) mengungkapkan bahwa Negeri Tirai Bambu tersebut menyumbang hampir tiga perlima atau sekitar 59 persen dari total pemasangan robot industri di seluruh dunia sepanjang tahun 2025.
Sepanjang tahun lalu, sebanyak 354.000 unit robot industri baru telah terpasang di China. Angka ini mencatatkan lonjakan sebesar 20 persen dibandingkan tahun 2024, sekaligus memecahkan rekor tahunan sebelumnya dengan selisih mencapai hampir 60.000 unit.
Dampak Strategi Robotika Nasional
Presiden IFR, Jane Heffner, menjelaskan bahwa melesatnya modernisasi sistem industri di China merupakan buah manis dari strategi robotika nasional yang telah dirintis sejak satu dekade lalu. Komitmen tersebut kini diperkuat melalui Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030).
Melalui kebijakan terbaru ini, fokus penelitian kecerdasan buatan (AI) diarahkan pada penerapan fisik. Robotika ditempatkan sebagai salah satu pilar utama dan pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Otomotif dan Elektronik Jadi Penggerak Utama
Tingginya permintaan robot industri di China didorong oleh tiga sektor manufaktur utama, yaitu kelistrikan dan elektronik, otomotif, serta industri logam dan permesinan.
Sektor kelistrikan dan elektronik memimpin dengan pemasangan 96.400 unit robot pada 2025, tumbuh 16 persen secara tahunan (yoy) dan menyumbang 27 persen dari total pasar domestik. Sementara itu, sektor otomotif mencatatkan rekor tertinggi dengan memasang 78.900 unit robot (naik 38 persen), disusul industri logam dan permesinan yang melonjak 44 persen menjadi 78.700 unit.
Produsen Lokal Makin Mendominasi
Tidak hanya dari sisi penggunaan, produsen robot dalam negeri China juga kian taji di pasar domestik. Pemasangan robot dari pemasok lokal meningkat 15 persen menjadi 195.000 unit pada 2025, yang memberi mereka porsi mayoritas sebesar 55 persen dari total pasar.
Meski pemasangan dari produsen asing juga tumbuh 27 persen, data IFR menunjukkan bahwa sejak 2024, lebih dari separuh robot industri yang terpasang di China merupakan hasil karya merek-merek lokal.
Prospek Cerah dan Solusi Kelangkaan Tenaga Kerja
IFR memproyeksikan pasar robot industri di China masih sangat jauh dari titik jenuh. Pertumbuhan rata-rata tahunan diperkirakan akan terus konsisten berada di angka 5 hingga 10 persen hingga tahun 2029 mendatang.
Faktor perubahan demografis dan ancaman kekurangan tenaga kerja menjadi alasan kuat mengapa otomatisasi terus dipacu. Penggunaan robot dinilai efektif menjaga ketahanan dan keberlanjutan produksi di tengah krisis SDM.
Di bawah panduan Rencana Lima Tahun ke-15, strategi robotika China kini bertransisi menatap masa depan: menekankan kemandirian teknologi, memodernisasi industri tradisional, serta bertransformasi menjadi inovator global dalam bidang AI fisik dan robotika industri cerdas.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post