Tekanan aksi lepas saham oleh investor asing menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot tajam pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026). IHSG terkoreksi signifikan sebesar 115,4 poin atau 1,88% hingga terlempar ke level 6.031,2. Maraknya aksi jual bersih (net sell) dari pemodal luar negeri, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) sektor perbankan, menjadi pemicu utama kejatuhan indeks domestik.
Berdasarkan data perdagangan bursa, total nilai transaksi yang dibukukan sepanjang hari mencapai Rp 12,48 triliun. Laju pasar saham tertekan hebat setelah 520 saham ditutup melemah. Sementara itu, hanya 183 saham yang berhasil menguat dan 260 saham sisanya memilih stagnan di posisi semula.
Aksi Jual Asing Tembus Rp 867,2 Miliar
Sepanjang sesi perdagangan, investor asing mencatatkan akumulasi net sell di seluruh pasar dengan total nilai mencapai Rp 867,2 miliar. Tekanan pelepasan portofolio terpusat di pasar reguler dengan porsi koreksi terbesar, yakni membukukan jual bersih senilai Rp 848,2 miliar. Adapun transaksi di pasar negosiasi dan tunai turut menyumbang aksi jual bersih sebesar Rp 18,9 miliar.
Sektor perbankan berkapitalisasi jumbo menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal global. Dua bank BUMN papan atas menduduki posisi puncak dalam daftar eksekusi jual asing pada perdagangan kali ini.
Daftar 10 Saham Paling Banyak Dilepas Pemodal Asing
Saham milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin jajaran saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai akumulasi net sell mencapai Rp 207,2 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatatkan jual bersih senilai Rp 190,6 miliar, serta emiten tambang tembaga-emas PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan angka net sell sebesar Rp 64 miliar.
Berikut adalah perincian 10 saham dengan nilai jual bersih (net sell) investor asing terbesar pada Kamis (8/10/2026):
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp 207,2 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp 190,6 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 64 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp 55,9 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp 51,2 miliar
- PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp 48,8 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp 45,3 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 44,2 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Rp 38,4 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 26,8 miliar
Melihat komposisi tersebut, maraknya outflow modal asing tidak hanya menerpa saham perbankan, melainkan juga merembet ke sektor komoditas, infrastruktur telekomunikasi, hingga konglomerasi petrokimia dan energi. Tren keluar modal asing ini berpotensi membayangi pergerakan IHSG dalam jangka pendek jika tidak diimbangi oleh daya beli dari investor domestik.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post