Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren positif dengan menguat tajam sebesar 59,5 poin atau 1,12% ke level 5.387,9 pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2026). Kendati pasar domestik menguat signifikan, investor asing justru tercatat gencar melakukan aksi lepas saham (net sell) dengan nilai total mencapai Rp 1,49 triliun di seluruh pasar.
Tekanan jual modal asing paling deras melanda pasar reguler yang membukukan net sell sebesar Rp 1,47 triliun. Sementara itu, transaksi di pasar negosiasi dan tunai turut mencatatkan aksi jual bersih tipis senilai Rp 15,82 miliar.
Saham Perbankan Big Cap dan Telkom Jadi Sasaran Dilepas Asing
Aksi melepas portofolio oleh pemodal luar negeri sebagian besar menyasar saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap). Berdasarkan data perdagangan bursa, saham bank swasta terbesar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menduduki posisi puncak saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai transaksi mencapai Rp 621,4 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh emiten telekomunikasi milik negara, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dengan catatan net sell senilai Rp 332,2 miliar. Selanjutnya, saham perbankan BUMN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut mengalami tekanan jual asing sebesar Rp 257,9 miliar.
Berikut daftar 10 saham dengan nilai jual bersih (net sell) investor asing terbesar pada perdagangan Kamis (22/10/2026):
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 621,4 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp 332,2 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp 257,9 miliar
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS): Rp 82,12 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp 77,72 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Rp 75,53 miliar
- PT Timah Tbk (TINS): Rp 43,83 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 40,81 miliar
- PT Antam Tbk (ANTM): Rp 34,69 miliar
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Rp 31,2 miliar
Pasar Domestik Tetap Solid Ditopang Transaksi Rp 16,15 Triliun
Meskipun arus modal asing cenderung mengalir keluar dari saham-saham lapis satu, ketahanan investor domestik berhasil menjaga laju IHSG tetap berada di zona hijau. Dominasi aksi beli domestik memicu kenaikan pada mayoritas instrumen saham di bursa.
Data perdagangan mencatat sebanyak 489 saham berhasil melaju naik, 216 saham mengalami penurunan, dan 258 saham bergerak stagnan. Penguatan IHSG ini didukung oleh likuiditas pasar yang tinggi, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 16,15 triliun sepanjang hari perdagangan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post