JAKARTA — Dewan Australia-Indonesia Institute (AII) secara resmi menyelesaikan agenda kunjungan kerja lima hari di Indonesia yang berlangsung pada 12 hingga 16 Oktober 2026. Kunjungan diplomasi antarmasyarakat (people-to-people diplomatic initiative) ini melintasi ibu kota Jakarta hingga wilayah Sulawesi Utara guna mempererat kemitraan strategis kedua negara tetangga di berbagai bidang prioritas.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menyampaikan bahwa selama rangkaian kunjungan tersebut, delegasi AII berdialog langsung dengan jajaran pejabat pemerintah, pelaku bisnis, pegiat seni, hingga tokoh budaya. Langkah ini dilakukan untuk memperkokoh fondasi hubungan bilateral yang berfokus pada interaksi sosial dan kebudayaan.
“Australia-Indonesia Institute berkomitmen untuk memperdalam kerja sama Australia-Indonesia di berbagai sektor, termasuk pendidikan, bisnis, media, agama, kepemudaan, dan pembangunan masyarakat,” ujar Brazier dalam keterangan resminya.
Reuni Diplomasi dan Penguatan Sektor Pendidikan di Jakarta
Dalam agenda di Jakarta, delegasi AII menggelar pertemuan khusus dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Pertemuan ini sarat akan nilai historis karena Abdul Mu’ti merupakan salah satu alumnus program unggulan lembaga tersebut, yakni Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP).
Interaksi bilateral ini menegaskan kembali peran krusial pendidikan sebagai sarana diplomasi lunak (soft diplomacy) yang efektif dalam menjembatani pemahaman antarbudaya serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kedua negara.
Ekspansi Kerja Sama Riset dan Sekolah Kemitraan di Sulawesi Utara
Setelah Jakarta, rombongan Dewan AII melanjutkan perjalanan ke Minahasa dan Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Delegasi meninjau langsung implementasi program Australia-Indonesia Bridge School Partnership di SMP Lokon St. Nikolaus Tomohon yang terhubung dengan St. Columba College di Adelaide, Australia. Kemitraan ini terbukti efektif memperluas wawasan global para siswa dan tenaga pengajar.
Selain peninjauan sekolah, Dewan AII merangkul jajaran pemerintah daerah melalui diskusi bersama Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar dan Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang. Dialog tersebut membedah kontribusi peneliti lokal dalam program Partnership for Australia-Indonesia Research serta platform Australia-Indonesia Knowledge Partnership Platform (Koneksi).
Rangkaian kegiatan di kawasan timur Indonesia ini ditutup dengan sesi jejaring bersama lintas alumni pertukaran, mulai dari AIMEP, Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP), hingga penerima penghargaan Elizabeth O’Neill Journalism Award Program.
Sejak didirikan oleh Pemerintah Australia pada tahun 1989, AII konsisten menjadi jembatan penghubung kelembagaan dan emosional warga kedua negara melalui kolaborasi di sektor seni, ruang pendidikan, dialog lintas agama, hingga olahraga.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post