Ketika Generasi Muda Menenun Simfoni Perjuangan
Dunia seni pertunjukan tanah air kembali mendapat suntikan energi segar yang luar biasa mendalam. Komposer dan produser musik visioner, Ammir Gita, baru saja melakukan sebuah terobosan krusial dengan melibatkan 60 musisi muda tingkat SMA ke dalam bilik rekaman. Para pelajar berbakat ini dipercaya mengeksekusi bagian orkestra untuk album spektakuler bertajuk Mutiara dari Timur. Langkah ini bukan sekadar urusan estetika nada, melainkan sebuah gestur regenerasi yang patut diberi apresiasi setinggi-tingginya di peta musik Indonesia.
Para musisi belia yang berasal dari Santa Ursula BSD, Santa Ursula Pos, dan Santa Theresia ini sebelumnya telah membuktikan taji mereka. Mereka sukses mengiringi gelaran megah drama musikal Mutiara dari Timur: Nyala Perjuangan Martha Christina Tiahahu di Istora Senayan, Jakarta, yang melibatkan tidak kurang dari 700 penampil. Proyek besar ini ditujukan untuk memperingati 170 tahun perjalanan pergerakan Ursulin di Indonesia, di bawah arahan sutradara Rama Soeprapto dan penulisan naskah oleh Palka Kojansow.
Proses Kreatif Intensif dan Pengalaman Edukatif
Untuk menghidupkan narasi sejarah yang megah tersebut, Ammir Gita meracik 21 karya orisinal yang terdiri dari 11 lagu penuh daya pikat dan 10 komposisi pengiring adegan (scoring). Seluruh proses komposisi, aransemen, hingga penyusunan materi orkestrasi yang rumit berhasil dirampungkan hanya dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Berkolaborasi dengan violinist dan dirigen kenamaan Achi Hardjakusumah, Ammir menciptakan ruang tumbuh yang suportif bagi para pelajar untuk bersanding dengan musisi profesional yang tergabung dalam Ammir Gita Pro Ensemble.
Sesi perekaman audio berkelas ini dilangsungkan di Art Sound Studio, Kelapa Gading, Jakarta. Prosesnya terbagi efisien dalam lima sesi berdasarkan kelompok instrumen. Ammir Gita menegaskan bahwa keterlibatan para pelajar ini bertumpu pada nilai edukasi eksperiensial. Bagi Ammir, mengajak musisi muda masuk ke studio rekaman profesional memberikan impresi dan pemahaman mendalam tentang siklus hidup sebuah karya musik, mulai dari partitur kertas, keringat panggung pertunjukan, hingga keabadian dalam bentuk rekaman digital.
Eksplorasi Lintas Genre dan Peta Jalan Bermusik
Album Mutiara dari Timur diproyeksikan bakal menyapa telinga penikmat musik luas pada akhir 2026 atau awal 2027 mendatang. Karya ini diprediksi menjadi salah satu muatan orkestrasi lokal paling emosional yang memadukan semangat jiwa muda dengan kemegahan harmoni klasik.
Di luar kesibukannya merampungkan album tersebut, kepiawaian Ammir Gita dalam meramu tekstur musik memang tak perlu diragukan lagi. Rekam jejaknya terbukti manjur saat ia bersama Suku Cahaya Ensemble menyabet piala AMI Awards 2025 untuk kategori Karya Produksi Global Music Terbaik lewat trek magis berjudul “Semar”. Sebagai amunisi lanjutan, Ammir juga tengah menyiapkan album debut Suku Cahaya Ensemble untuk rilis pada 2027. Proyek masa depan ini dijanjikan menjadi peleburan garis keras antara jazz, rock fusion, dan musik etnik Nusantara, dengan menggamit deretan kolaborator lintas generasi seperti Sujiwo Tejo, Andre Dinuth, Ridho Rhoma, Matter Mos, hingga Sita Nursanti.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post