Lengkapi Cakupan Global, China Sukses Uji Coba Internet Satelit di Jalur Arktika
BEIJING – Tim ekspedisi Samudra Arktika ke-16 China mencatatkan sejarah baru dalam dunia teknologi komunikasi global. Kapal pemecah es kutub, Jidi, berhasil menyelesaikan uji praoperasional internet satelit buatan dalam negeri di sepanjang rute pelayaran Arktika. Keberhasilan ini menjadi titik balik penting karena berhasil memverifikasi komunikasi berjaringan di tiga wilayah ekstrem Bumi: Arktika, Antarktika, dan Dataran Tinggi Qinghai-Xizang yang dikenal sebagai “Kutub Ketiga”. Uji coba ini sekaligus menutup celah terakhir dalam cakupan komunikasi global.
Pelayaran ilmiah yang diselenggarakan oleh Kementerian Sumber Daya Alam China ini telah dimulai sejak 3 Juli lalu. Kapal Jidi, yang berarti “kawasan kutub” dalam bahasa Mandarin, menjadi salah satu dari empat kapal penelitian utama yang dikerahkan dalam misi strategis tersebut.
Uji Komunikasi Lintas Kutub dan Peran Penunjang Medis
Kualitas koneksi internet satelit berbasis jaringan China ini terbukti tangguh melalui sambungan video berlatensi rendah dan berkecepatan tinggi (*bandwidth* tinggi). Uji coba tersebut berhasil menghubungkan Kapal Jidi di Arktika, Stasiun Qinling di Antarktika, stasiun uji Sungai Lhasa di Xizang, serta kantor kementerian di Qingdao secara bersamaan. Suara dan visual yang dihasilkan terpantau jernih serta lancar, meski beroperasi di bawah ancaman cuaca ekstrem seperti suhu dingin yang parah, badai pasir, hingga kabut es.
Selain keandalan teknis, teknologi ini juga memecahkan rekor sebagai penggunaan pertama internet satelit domestik China untuk layanan medis darurat di wilayah kutub. Selama pelayaran, tim ekspedisi memanfaatkan sambungan video resolusi tinggi untuk berkonsultasi langsung dengan tim dokter dan pakar medis di Qingdao, sehingga penanganan kesehatan bagi para kru di kapal dapat dilakukan secara cepat dan akurat.
Kemandirian Teknologi Transmisi Data Samudra
Misi ini juga memperkenalkan inovasi pelampung laut buatan dalam negeri bernama Zhigan. Kehadiran pelampung ini memberi kendali penuh bagi peralatan survei China dalam mengumpulkan dan mentransmisikan data pengindraan samudra secara *real-time*. Hasil uji coba menunjukkan bahwa kecepatan serta kualitas transmisi data telah memenuhi standar praktis, sehingga mampu menjadi alternatif mandiri untuk menggantikan ketergantungan pada satelit internasional.
Anggota tim ekspedisi sekaligus penguji di lokasi, Zhang Meng, mengungkapkan bahwa Kapal Jidi telah menguji lalu lintas data dalam skala besar. Selama masa pelayaran, kapal berhasil mengirim dan menerima lebih dari 300 berkas dengan total volume data melampaui 100 gigabita, serta menopang lebih dari 40 kali sesi konsultasi video.
Keberhasilan pengujian ini dinilai menjadi solusi nyata atas tantangan isolasi informasi yang selama ini kerap menjadi hambatan utama dalam setiap kegiatan ekspedisi ilmiah di kawasan kutub.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post