MALANG TODAY – Krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Malang terus mendapat penanganan serius. Hingga akhir Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat telah menggelontorkan sebanyak 5.325.150 liter air bersih untuk menyokong kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
Bantuan konvoi armada tangki air tersebut menyasar sedikitnya 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Berdasarkan data rekapitulasi penanganan bencana, bantuan pasokan air vital ini menopang kebutuhan hidup bagi 6.352 kepala keluarga (KK) atau setara 19.886 jiwa yang tersebar di kawasan rawan krisis air.
Sebaran Distribusi Air Bersih ke Wilayah Terdampak
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa pergerakan armada tangki air dilakukan secara intensif dan berkelanjutan demi memastikan warga di area pelosok tidak terisolasi dari akses air bersih.
Dalam operasi penanganan harian melalui Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla, BPBD mengerahkan lima armada dengan total 22 rit pengiriman dalam sehari untuk menyuplai puluhan ribu liter air ke beberapa titik krusial.
“Distribusi meliputi Desa Sumberagung sebanyak 20.000 liter, Desa Sitiarjo 25.000 liter, serta layanan publik di Puskesmas Sitiarjo sebesar 10.000 liter di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Sementara di Kecamatan Sumberpucung, pasokan air dialirkan ke Desa Karangkates sebanyak 18.050 liter,” ujar Sadono.
Pasokan air bersih juga digerojok ke wilayah terdampak lainnya di kawasan Malang Selatan. Di Kecamatan Kalipare, petugas mendistribusikan air bersih ke Desa Sumberpetung sebanyak 15.000 liter dan Desa Arjosari sebanyak 5.000 liter. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Pagak, bantuan disalurkan ke Desa Pagak sebanyak 5.000 liter.
Siaga 24 Jam dan Penambahan Fasilitas Tandon Air
Guna merespons dinamika di lapangan secara cepat, BPBD Kabupaten Malang menyiagakan posko utama selama 24 jam penuh yang terbagi dalam dua sif operasional. Pemantauan berkala terus digencarkan di 33 kecamatan se-Kabupaten Malang memanfaatkan integrasi jaringan radio komunikasi, pesan singkat, hingga saluran pusat layanan telepon.
Tidak sekadar membagikan air, petugas di lapangan juga aktif melakukan asesmen kebutuhan guna memetakan wilayah yang membutuhkan penambahan sarana prasarana darurat.
“Selain penyaluran rutin, petugas melakukan koordinasi dan asesmen kebutuhan air di Desa Sumberpucung serta Desa Sumberpetung. Langkah ini mencakup rencana penambahan jumlah tandon air bersih serta penyiapan pos lapangan strategis, salah satunya di wilayah Tawangargo, Kecamatan Karangploso,” lanjut Sadono.
Sinergi Lintas Sektor Handal
Selain fokus menanggulangi kekeringan pemukiman, BPBD Kabupaten Malang juga mengoperasikan tim logistik untuk mendukung penanganan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya di kawasan lereng Gunung Arjuno yang masuk dalam wilayah Kecamatan Lawang.
Keberhasilan operasi kemanusiaan skala besar ini merupakan buah hasil sinergi dan kolaborasi lintas sektor di Malang Raya. Penanganan darurat bencana ini melibatkan unsur gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, Dinas Pemadam Kebakaran, Perum Jasa Tirta I, Perumda Tirta Kanjuruhan, serta perangkat desa dan relawan lokal setempat.
BPBD memastikan komitmen penanganan akan terus berjalan hingga kondisi hidrologi di wilayah-wilayah terdampak kembali normal dan pasokan air masyarakat terjamin secara mandiri.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post