HONG KONG — Dana Moneter Internasional (IMF) resmi menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Hong Kong untuk tahun 2026 menjadi 3,8 persen. Revisi naik ini disambut positif oleh pemerintah setempat yang bahkan optimistis kinerja perekonomian daerah administratif khusus tersebut bisa melampaui angka perkiraan IMF.
Faktor Pendorong dan Dinamika Ekonomi Global
Sekretaris Keuangan Pemerintah Daerah Administratif Khusus (SAR) Hong Kong, Paul Chan, menyampaikan pandangannya usai menghadiri Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group di Bangkok, Thailand. Menurutnya, lanskap ekonomi global saat ini sedang mengalami perubahan signifikan yang dipengaruhi oleh tingginya harga energi akibat konflik kawasan, serta pesatnya integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Di tengah tren penurunan pertumbuhan ekonomi global—yang diproyeksikan melambat dari 3,5 persen menjadi 3,1 persen—kawasan Asia justru mencatatkan performa yang konsisten melampaui rata-rata dunia. Wilayah dan negara yang terhubung kuat dalam rantai pasok teknologi AI mengalami kenaikan proyeksi pertumbuhan secara signifikan, termasuk Hong Kong.
Peran Strategis Sektor Keuangan
Menanggapi momentum positif tersebut, Paul Chan menekankan pentingnya efisiensi dukungan finansial. Keuangan yang solid dinilai menjadi kunci utama untuk mendorong transformasi ekonomi berbasis teknologi sekaligus memperkuat kesempatan kerja bagi masyarakat.
Sebagai salah satu pusat keuangan utama dunia, Hong Kong berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam memfasilitasi arus modal internasional secara efektif guna mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan global.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post