Harmoni Seni Nusantara Warnai Upacara Api Obor Asian Para Games 2026 di Jepang
Kekayaan seni dan budaya Indonesia mendapat tempat istimewa dalam mengiringi prosesi Upacara Penyalaan Api dan Estafet Obor Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Berlangsung di pelataran Toyota City Museum, Jepang, atmosfer persahabatan antarnegara terasa hangat saat ragam budaya Nusantara turut menyemarakkan persiapan ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan energik Tari Piring khas Sumatera Barat yang dibawakan oleh warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Toyota International Group. Kehangatan kolaborasi berlanjut ketika Wali Kota Toyota, Toshihiko Ota, menyulut api obor utama dengan diiringi alunan instrumen angklung yang dimainkan secara harmonis oleh siswa-siswi Sekolah Dasar Maeyama dan Sekolah Luar Biasa Kota Toyota.
Simbol Inklusivitas dan Kebersamaan Lintas Bangsa
Dalam prosesi tersebut, para pelajar Jepang membawakan lagu tema resmi Asian Para Games. Semangat inklusivitas dan persahabatan kian terpancar saat seorang warga Indonesia yang berdomisili di Toyota, Mulyono, dipercaya menjadi salah satu pelari pembawa api obor. Ia berlari berdampingan dengan para atlet difabel dan pelajar lokal Jepang.
Api estafet tersebut selanjutnya disemayamkan di dalam lentera Paralimpik. Api ini nantinya bakal dinyalakan secara resmi pada upacara pembukaan Asian Para Games 2026 di Nagoya pada 17 Oktober mendatang.
Apresiasi Diplomasi Budaya dan Dukungan untuk Kontingen Garuda
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menyampaikan apresiasi mendalam atas keterlibatan budaya Nusantara dalam momen bersejarah ini. Menurutnya, kolaborasi seni di panggung internasional menjadi jembatan diplomasi yang mempererat hubungan bilateral kedua negara.
“Indahnya kolaborasi budaya bersama komunitas Indonesia di Kota Toyota kian mempererat ikatan persaudaraan kedua negara,” ujar Nurmala Kartini Sjahrir. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada para atlet nasional yang akan bertanding. “Sekarang giliran kita bersiap, menyatukan doa dan energi positif untuk mendukung perjuangan kontingen Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.”
Kesiapan Kontingen Indonesia Membidik Prestasi
Sebanyak 103 atlet Indonesia telah mendarat di Bandara Chubu Nagoya untuk memulai perjuangan mereka. Kedatangan rombongan perwakilan bangsa ini disambut langsung oleh jajaran diplomat KBRI Tokyo. Kontingen Indonesia dipimpin oleh Chef de Mission (CdM) Reda Manthovani bersama Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun.
Berdasarkan data resmi NPC Indonesia, cabang olahraga para-atletik menjadi kekuatan terbesar dengan mengirimkan 25 atlet, disusul para-bulu tangkis dengan 15 wakil. Selain itu, cabang para-renang memberangkatkan 12 atlet, para-angkat berat menyertakan 10 lifter, serta para-tenis meja menerjunkan 9 atlet. Cabang para-panahan dan para-judo masing-masing diperkuat oleh 7 atlet, sedangkan cabang boccia memberangkatkan 5 atlet terbaiknya.
Secara keseluruhan, gelaran Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 diproyeksikan bakal melibatkan sekitar 4.000 partisipan yang berasal dari 45 negara di kawasan Asia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post