PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) resmi memperluas jangkauan pembiayaannya ke segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui partisipasi aktif dalam program penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Manajemen Bank BSN dan Kementerian UMKM di Jakarta, guna memperkuat penetrasi keuangan syariah di sektor riil.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong akselerasi penyaluran KUR Syariah secara lebih tepat sasaran. Dalam pelaksanaannya, Bank BSN akan memanfaatkan basis data, arahan, serta pemahaman karakteristik pelaku usaha yang dimiliki oleh Kementerian UMKM guna menjaga efektivitas dan kualitas pembiayaan.
Mendorong Kontribusi Sektor Riil dan Pertumbuhan Ekonomi
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa keterlibatan perbankan dalam pengembangan UMKM merupakan pilar utama dalam menjaga kestabilan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, sektor UMKM tercatat menyerap hampir 97% tenaga kerja nasional serta memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Ke depan, kami ingin Bank BSN hadir lebih luas di aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari, mulai dari pedagang, pengusaha kecil, merchant, hingga berbagai ekosistem usaha di daerah,” ujar Alex saat memberikan keterangan resmi.
Penandatanganan kerja sama strategis ini turut disaksikan oleh Sekretaris Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM sekaligus Plt. Kuasa Pengguna Anggaran KUR, Fixy, serta Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian UMKM, Fitri Rinaldi, bersama jajaran direksi Bank BSN.
Akselerasi Digitalisasi dan Kinerja Intermediasi Positive
Kesiapan Bank BSN dalam menggarap pasar pembiayaan mikro didukung penuh oleh performa infrastruktur digital yang terus bertumbuh pesat. Hingga September 2026, perseroan mencatat akuisisi sekitar 6.645 merchant QRIS, atau tumbuh signifikan sebesar 10% hanya dalam tempo satu bulan. Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, volume transaksi merchant QRIS BSN telah menembus angka Rp178,8 miliar dari total 2,44 juta transaksi.
Kinerja impresif juga ditunjukkan oleh platform digital unggulan perseroan, Bale Syariah by BSN. Aplikasi ini telah berhasil menjaring sekitar 258 ribu pengguna per September 2026, naik 8,6% dibanding bulan sebelumnya. Frekuensi transaksi di platform ini tercatat mencapai 3,84 juta kali (naik 16,7%) dengan total volume transaksi melampaui Rp7,4 triliun, meningkat 13,8% secara bulanan dibanding Agustus 2026.
Secara keseluruhan, kinerja fungsi intermediasi Bank BSN tumbuh solid. Penyaluran pembiayaan perseroan melesat 26,32% secara tahunan (yoy) hingga mencapai Rp64,6 triliun. Pertumbuhan ini diimbangi oleh kinerja liabilitas yang sehat, di mana penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,86% (yoy) menjadi Rp65,4 triliun.
“Angka-angka ini tentu kami syukuri, tetapi pertumbuhan itu baru memiliki arti apabila diikuti dengan perluasan manfaat. Kami ingin memulainya dengan baik, menjalankannya dengan prudent, dan mudah-mudahan dari waktu ke waktu kontribusi Bank BSN terhadap UMKM Indonesia semakin besar,” pungkas Alex.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post