SHANGHAI — Jelang gelaran Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) ke-9, para pelaku usaha dari berbagai belahan dunia bersiap memadati Shanghai. Ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 10 November 2026 ini menjadi pintu masuk utama bagi perusahaan asing untuk mengakses pasar konsumen dan industri raksasa di Tiongkok.
Sebagai pameran tingkat nasional pertama di dunia yang didedikasikan khusus untuk impor, CIIE 2026 bertepatan dengan masuknya China ke periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). Pameran ini kembali mempertegas komitmen negara berorientasi ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut dalam mendorong keterbukaan berstandar tinggi serta memperkuat permintaan domestik.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018, CIIE telah menarik lebih dari 27.000 partisipasi peserta pameran luar negeri dari 180 negara, kawasan, dan organisasi internasional. Lebih dari 3.400 produk, teknologi, dan layanan baru tercatat diperkenalkan secara perdana dalam ajang tahunan ini.
Antusiasme Pendatang Baru Ekspansi ke Pasar China
CIIE tahun ini menjadi momen penting bagi sejumlah perusahaan yang baru pertama kali berpartisipasi. Salah satunya adalah WFL Millturn Technologies, produsen mesin perkakas asal Austria yang telah beroperasi di Tiongkok selama lebih dari dua dekade.
Managing Director WFL, Stefan Hackl, mengungkapkan bahwa keikutsertaan mereka didasari oleh posisi strategis China sebagai pusat rantai manufaktur global. Pihaknya optimistis pameran ini mampu memperluas jangkauan pasar mereka di kawasan Asia-Pasifik.
Pendatang baru lainnya adalah Perennial Holdings Private Limited dari Singapura. Perusahaan ini telah mendirikan rumah sakit umum tersier milik asing pertama di Tianjin yang kini telah melayani pasien dari lebih dari 40 negara.
Executive Chairman sekaligus CEO Perennial Holdings, Pua Seck Guan, menilai pasar China sangat kompetitif namun memberikan peluang besar, terutama dengan makin terbukanya sektor layanan kesehatan bagi investor asing.
Iklim Investasi dan Impor China Terus Meningkat
Masuknya para pelaku usaha baru ini sejalan dengan langkah pemerintah China yang terus memperluas akses pasar. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 70.392 perusahaan penanaman modal asing (PMA) baru yang didirikan di China, tumbuh 19,1 persen secara tahunan (yoy).
Tren positif berlanjut pada semester pertama 2026 dengan peningkatan jumlah PMA baru sebesar 5,3 persen yoy dan realisasi investasi asing langsung (FDI) mencapai 402,14 miliar yuan. Di sisi perdagangan, nilai impor China pada Agustus tumbuh 21,7 persen, melampaui pertumbuhan ekspor selama enam bulan berturut-turut sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan perdagangan dan mendorong konsumsi domestik.
Wadah Peluang Bagi UMKM dan Negara Berkembang
CIIE tidak hanya menjadi panggung bagi korporasi multinasional, tetapi juga membuka akses luas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tercatat hampir 13.000 UMKM luar negeri telah berpartisipasi dalam delapan edisi sebelumnya.
Kisah sukses dirasakan oleh pengusaha asal Suriah, Muhannad Shakally, yang kini bersiap mengikuti CIIE untuk kesembilan kalinya. Memulai debut pada 2018 dengan mengenalkan sabun tradisional Suriah, kini ia berhasil membukukan pesanan hingga lima ton per bulan dan berencana menambah lini produk baru seperti aromaterapi dan teh herbal.
Selain itu, pihak penyelenggara terus memberikan fasilitas stan gratis bagi peserta dari negara-negara kurang berkembang. Tahun ini, porsi khusus untuk produk-produk asal Asia dan Afrika ditingkatkan guna mendukung pemanfaatan kebijakan tarif nol persen yang diterapkan China sejak 1 Mei lalu untuk 53 negara Afrika.
Kebijakan tersebut turut mendorong partisipasi perdana delegasi resmi Pantai Gading yang akan memamerkan produk komoditas unggulan seperti kakao, kopi, kacang mete, dan kacang kola. Dukungan ini dinilai para pengamat internasional menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan UMKM dari negara-negara Global South ke dalam arus utama perdagangan dunia.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post