MALANG TODAY – Hubungan kerja sama antara Indonesia dan China di sektor industri kuliner kini semakin erat. Penguatan kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari transfer pengetahuan, pelatihan koki, pengembangan pendidikan vokasi, hingga ekspansi peluang bisnis pangan di kedua negara.
Sebagai bentuk komitmen perluasan pasar, sebanyak 10 perusahaan makanan asal China hadir dalam ajang Festival Perdagangan Bahan Makanan Global Indonesia Liangzhilong yang digelar di Jakarta. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang katering, mulai dari penyediaan bumbu dapur, bahan makanan, makanan kemasan, rantai pasokan, hingga teknologi mesin pengolahan pangan.
Transfer Ilmu Kuliner Melalui Vokasi
Selain sektor bisnis, kolaborasi ini juga merambah dunia pendidikan. Sebanyak 50 mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali mendapatkan kesempatan langka untuk mempelajari teknik memasak kuliner Gan, yakni masakan khas dari Provinsi Jiangxi, China timur, langsung dari para ahli.
Master Chef sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Promosi Pengembangan Industri Kuliner Gan Jiangxi, Deng Dan, mengungkapkan bahwa masyarakat Bali dan Jiangxi memiliki kemiripan selera pasar, khususnya pada kegemaran mengonsumsi makanan pedas. Hal ini memudahkan proses adaptasi resep masakan Tiongkok agar sesuai dengan lidah lokal.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan berbagai hidangan autentik seperti Xiaochao rou (daging tumis cabai) dan Sanbeiji (Ayam Tiga Cangkir). Menurut dosen Politeknik Pariwisata Bali, Hardina, hidangan seperti Sanbeiji sangat diminati karena rasanya yang cocok dengan selera lokal serta bahan-bahannya yang mudah didapat dari pemasok kampus.
Modernisasi Fasilitas dan Peluang Bisnis
Dampak positif dari kerja sama ini juga terlihat pada peningkatan fasilitas pendidikan di Bali. Ketua Asosiasi Promosi Pengembangan Industri Kuliner Gan Jiangxi, Wang Jianjun, mencatat adanya modernisasi fasilitas dapur di Politeknik Pariwisata Bali yang kini lebih memadai untuk mempraktikkan teknik memasak hidangan Asia.
Langkah konkret penunjang kolaborasi ini ditandai dengan peresmian kantor perwakilan asosiasi serta Basis Inkubasi Luar Negeri Masakan Tumis Jiangxi di Bali. Wadah ini dirancang untuk mendukung pelatihan keterampilan, pertukaran profesional, hingga pengembangan menu baru.
Sinergi ini berada di bawah naungan Konsorsium Pendidikan Kejuruan Internasional “Tiangong” yang menghubungkan belasan lembaga pendidikan kejuruan dan puluhan perusahaan di Jiangxi dengan mitra di Indonesia. Selain mengajar, delegasi Jiangxi juga aktif melakukan studi pasar ke berbagai restoran di Bali untuk menjajaki peluang bisnis katering.
Hubungan bilateral di bidang kuliner ini dipastikan akan terus berlanjut. Sebagai bentuk kunjungan balasan, perwakilan Politeknik Pariwisata Bali dijadwalkan akan melawat ke Jiangxi untuk memperdalam program pelatihan dan kemitraan di masa mendatang.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post