DUBAI — Sebuah insiden pencekikan dan penyerangan brutal terjadi di udara ketika seorang kopilot melancarkan aksi nekat menyerang kapten pilot menggunakan kapak di dalam kokpit pesawat Flydubai. Penerbangan komersial yang mengangkut lebih dari 170 penumpang dari Dubai menuju Tel Aviv tersebut sempat menukik tajam secara drastis sebelum akhirnya berhasil dikendalikan berkat aksi heroik sang kapten dan ketangguhan sejumlah penumpang.
Pesawat yang telah mengudara selama sekitar 2,5 jam berada di ketinggian 17.000 kaki (5.200 meter) ketika aksi pembajakan internal itu berlangsung. Di tengah situasi kritis dan manuver ekstrem penerbangan, kapten penerbangan beserta para penumpang bahu-membahu melumpuhkan pelaku, mencegah potensi tragedi udara berskala besar.
Kronologi Mencekam di Udara dan Aksi Penyelamatan
Peristiwa mencekam ini bermula saat pesawat mendadak kehilangan ketinggian secara cepat. Berdasarkan kesaksian penumpang, penerbangan terasa seperti wahana ekstrem yang terjun bebas. Situasi di dalam kabin berubah menjadi kepanikan masal ketika gaya gravitasi kuat menghempas para penumpang akibat penerbangan yang menukik tajam berulang kali.
Di dalam kokpit, Kapten Smit Machchhar menjadi korban serangan mendadak menggunakan kapak darurat—peralatan keselamatan yang semestinya hanya digunakan dalam kondisi darurat penerbangan. Meski bersimbah darah dan terbaring di lantai kokpit, Machchhar tetap berupaya keras menyelamatkan seluruh penumpang.
“Saya berkata pada diri sendiri, saya harus membuka pintu dari dalam agar para penumpang bisa masuk dan membantu,” ujar Machchhar saat mengingat kembali momen krusial tersebut.
Sinyal bahaya internasional pun sempat dipancarkan dari sistem navigasi pesawat. Penerbangan tersebut awalnya mengirimkan kode squawk 7700 untuk kondisi darurat umum, sebelum akhirnya beralih ke kode squawk 7500 yang menandakan terjadinya indikasi tindak pembajakan atau gangguan ilegal di dalam pesawat.
Aksi Heroik Penumpang dan Pendaratan Darurat
Kepanikan di kabin direspons cepat oleh para penumpang setelah alarm bahaya ditiupkan. Meny menyadari adanya keganjilan di area kokpit, beberapa penumpang pria berinisiatif menerobos masuk begitu pintu berhasil diakses dari dalam.
Salah satu penumpang, Yaniv Hayun, menceritakan bahwa pelaku berusaha merusak instrumen navigasi utama untuk melumpuhkan fungsi kendali pesawat secara total. Hayun bersama tiga penumpang lainnya langsung mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan dan menyeret pelaku keluar dari area vital penerbangan tersebut.
Setelah pelaku berhasil diamankan oleh kru kabin dan penumpang, dua pilot cadangan yang berada di dalam penerbangan langsung mengambil alih kendali sistem penerbangan. Pesawat akhirnya berhasil distabilkan dan dialihkan untuk melakukan pendaratan darurat dengan selamat di wilayah Arab Saudi.
Kapten Machchhar yang mengalami luka-luka langsung dievaluasi dan mendapatkan perawatan medis darurat sebelum dirujuk ke Abu Dhabi. Pihak otoritas diplomatik mengonfirmasi bahwa pilot berkebangsaan India tersebut kini berada dalam kondisi stabil dan menjalani proses pemulihan dengan baik.
Pelaku Diduga Terindoktrinasi Radikalisme
Hasil investigasi awal dan keterangan otoritas terkait mengidentifikasi bahwa pelaku penyerangan merupakan seorang pria berkewarganegaraan Oman. Terduga pelaku diidentifikasi bernama Hamam al-Hammami, meski konfirmasi resmi terkait identitas detailnya masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Rekam jejak pelaku menunjukkan bahwa ia pernah dikeluarkan dari program pelatihan penerbangan di maskapai Oman Air karena terindikasi memiliki pandangan radikal, sebelum akhirnya dialihkan ke posisi non-penerbangan. Pelaku tercatat menyelesaikan pendidikan manajemen penerbangan secara jarak jauh dari sebuah perguruan tinggi di Inggris pada 2023, namun program tersebut tidak mencakup pelatihan teknis penerbangan.
Saat dilumpuhkan di dalam kabin, pelaku dilaporkan berteriak histeris meminta untuk dibunuh, memperkuat dugaan adanya niat untuk melakukan aksi bunuh diri massal dengan menjatuhkan pesawat.
Otoritas kejaksaan dan lembaga penegak hukum Uni Emirat Arab (UEA) kini memimpin penyelidikan menyeluruh untuk membongkar motif utama di balik aksi penyerangan ini, termasuk mendalami potensi keterkaitan jaringan terorisme internasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post