MALANG TODAY – Aksi heroik seorang pilot komersial berhasil menggagalkan potensi tragedi penerbangan maut di udara. Kapten Smit Machchhar, warga negara India yang bertugas untuk maskapai Flydubai, menjadi sorotan dunia setelah berhasil menyelamatkan lebih dari 170 penumpang dalam penerbangan menuju Tel Aviv, Israel, meski dirinya menjadi korban penikaman di dalam kokpit.
Insiden menegangkan ini terjadi di dalam pesawat Flydubai dengan nomor penerbangan FZ1073 yang berangkat dari Dubai. Di tengah udara, kopilot mendadak menyerang Kapten Machchhar dengan senjata tajam dan disinyalir berusaha menjatuhkan burung besi tersebut. Serangan berat itu membuat penerbangan terpaksa dialihkan secara darurat ke Arab Saudi.
Detik-Detik Mencekam di Atas Udara
Penerbangan FZ1073 yang bertolak pada Rabu dini hari mendadak mengalami penurunan ketinggian secara drastis. Data penerbangan mencatat pesawat anjlok lebih dari 17.000 kaki (sekitar 5.200 meter) hanya dalam waktu kurang dari dua menit di atas wilayah udara Arab Saudi.
Sinyal darurat awal sempat dikirimkan ke petugas pengatur lalu lintas udara sebelum akhirnya berganti menjadi kode squawk 7500, sebuah sinyal internasional yang mengindikasikan bahwa pesawat sedang mengalami pembajakan.
Di tengah situasi antara hidup dan mati, Kapten Machchhar yang tergeletak bersimbah darah di lantai kokpit menyadari bahaya besar yang mengintai seluruh penumpang. Meski terluka parah akibat tikaman, ia mengumpulkan sisa-sisa tenaganya untuk membuka kunci pintu kokpit dari dalam.
“Saya terbaring di lantai dalam keadaan terluka, tetapi saya katakan pada diri sendiri untuk melakukan satu upaya terakhir guna membuka pintu dari dalam. Tentu saja saya berjuang untuk menyelamatkan nyawa saya sendiri, tetapi di saat yang sama saya tahu saya tidak boleh membiarkan orang lain tewas,” ungkap Machchhar saat melakukan panggilan video dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Aksi cepat Machchhar membuka pintu kokpit menjadi titik balik. Seorang penumpang bersama awak kabin segera menerobos masuk dan berhasil melumpuhkan kopilot yang mengamuk. Dua pilot cadangan yang berada di dalam pesawat kemudian mengambil alih kendali dan berhasil melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.
Rekam Jejak Pilot Berpengalaman
Aksi tenang dan penuh perhitungan yang ditunjukkan Kapten Machchhar bukanlah tanpa alasan. Pilot yang dibesarkan di Mumbai ini memiliki rekam jejak panjang di dunia penerbangan. Bergabung dengan Flydubai sejak 2022, Machchhar telah mengantongi lebih dari 9.750 jam terbang, dengan 6.400 jam di antaranya bertindak sebagai pilot komando utama.
Mantan CEO sekolah penerbangan Mainland Air Selandia Baru tempatnya belajar, Philip Kean, mengenang Machchhar sebagai sosok pekerja keras yang selalu mampu menjaga ketenangan saat menghadapi situasi krisis.
Rekan kerjanya sesama pilot juga mengenal Machchhar sebagai figur yang sangat disiplin. Pelatihan ketat yang pernah dijalaninya bersama mantan pilot Angkatan Udara India turut membentuk mentalitas dan ketangguhannya di situasi darurat.
Banjir Apresiasi dari Pemimpin Dunia
Atas keberaniannya yang luar biasa, Kapten Smit Machchhar kini memanen pujian dari berbagai pihak dan pemimpin negara. Perdana Menteri India, Narendra Modi, menegaskan bahwa keteguhan hati Machchhar telah mencegah terjadinya tragedi kemanusiaan yang besar.
Pujian senada disampaikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyebut sang kapten sebagai pahlawan sejati karena telah menyelamatkan mayoritas warga Israel yang berada di dalam penerbangan tersebut. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan penghormatan atas tindakan cepat Machchhar membuka pintu kokpit di saat kritis.
Saat ini, Kapten Machchhar dilaporkan dalam kondisi stabil dan tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit. Pihak berwenang Uni Emirat Arab bersama instansi terkait telah membuka penyelidikan resmi guna mendalami motif utama penyerangan serta mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan aksi terorisme.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post