SHANGHAI — Gelaran Pameran China-ASEAN ke-23 resmi dibuka di Nanning, Guangxi. Mengangkat fokus utama pada pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN 3.0 serta peringatan lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif, ajang tahun ini menekankan pendalaman integrasi antara kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi riil.
China UnionPay bersama UnionPay International turut mengambil peran aktif dalam pameran tersebut. Perusahaan penyedia layanan pembayaran digital ini memanfaatkan teknologi AI dan konektivitas infrastruktur untuk meningkatkan efektivitas kerja sama ekonomi kawasan serta mendorong ekosistem digital yang berkualitas tinggi.
Penguatan Ekosistem Keuangan Digital Berbasis AI
Memanfaatkan posisi strategis Guangxi sebagai pintu gerbang menuju kawasan ASEAN, UnionPay kini tengah membangun pusat inovasi “AI + Keuangan”. Inisiatif ini dirancang untuk mengintegrasikan layanan keuangan cerdas dari Guangxi hingga menjangkau seluruh wilayah Asia-Pasifik.
Langkah tersebut mencakup pengembangan korpora keuangan untuk pelatihan AI, pengujian jaringan berbagi layanan AI keuangan, hingga pembentukan aliansi pencegahan penipuan telekomunikasi. Dari sisi keamanan, UnionPay menerapkan sistem pengendalian risiko berbasis AI dengan teknologi autentikasi Out-of-Band (OOB). Penerapan sistem ini terbukti berhasil menekan tingkat penipuan pada bank-bank percontohan hingga 90 persen.
Selain itu, UnionPay memperkenalkan kerangka kerja Agentic Payment Open Protocol (APOP) yang memfasilitasi transaksi digital pada sistem cerdas dalam kendaraan serta kacamata pintar. Inovasi ini menegaskan keberhasilan siklus riset dan pengembangan produk AI keuangan yang dimulai dari pusat teknologi di Beijing, Shanghai, dan Guangzhou, untuk kemudian diterapkan secara luas di negara-negara anggota ASEAN.
Konektivitas Pembayaran Lintas Batas di Kawasan ASEAN
Untuk mendukung kelancaran arus perdagangan dan investasi regional, UnionPay terus memperluas jaringan penerimaan pembayarannya. Saat ini, layanan UnionPay telah menjangkau sepuluh negara ASEAN dan dapat digunakan di lebih dari 38 juta pedagang berbasis kode QR.
Konektivitas ini diperkuat melalui model kerja sama antarpemerintah. Salah satu wujud nyatanya adalah interkoneksi pembayaran QR antara China dan Indonesia yang telah beroperasi sejak Juni lalu. Kolaborasi serupa juga tengah dipercepat dengan Vietnam untuk menyelaraskan standar sistem pembayaran, sehingga memudahkan konsumen dari kedua negara dalam bertransaksi secara instan.
Bagi sektor korporasi dan pelaku usaha, UnionPay menyediakan platform layanan informasi terpadu untuk transaksi Business-to-Business (B2B) lintas batas. Solusi digital ini dihadirkan guna mendukung pertumbuhan model bisnis baru, termasuk e-commerce lintas negara, industri penerbangan, dan sektor perhotelan.
Kemudahan Layanan Transaksi Bagi Konsumen Internasional
Mendukung kemudahan mobilitas wisatawan dan pelaku bisnis di kawasan, UnionPay meluncurkan aplikasi Nihao China. Platform digital terpadu ini dirancang untuk mempermudah akses layanan finansial bagi pengunjung internasional selama berada di China.
Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mendaftar menggunakan nomor ponsel atau email internasional dan langsung melakukan pembayaran via kode QR tanpa perlu menghubungkan kartu bank lokal China. Dilengkapi dengan panduan dalam 27 bahasa, aplikasi Nihao China mengakomodasi berbagai kebutuhan harian seperti transportasi, belanja, pariwisata, hingga penyederhanaan proses pengembalian pajak (tax refund) saat keberangkatan.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post