WONOGIRI — Musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino kuat terus meluas dan berdampak pada surutnya pasokan air di berbagai wilayah. Salah satu dampaknya terlihat jelas di Waduk Tandon Krisak, Desa Singodutan, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, yang kini telah mengering total.
Waduk yang memiliki fungsi utama sebagai penampung air saat musim hujan tersebut mulai mengalami penyusutan volume air secara signifikan sejak awal Agustus lalu. Kini, dasar waduk yang biasanya terendam air telah berubah menjadi daratan kering yang retak-retak.
Alih Fungsi Menjadi Ruang Publik Terbuka
Kondisi mengeringnya Waduk Tandon Krisak ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk melakukan berbagai aktivitas. Pada pagi dan sore hari, area dasar waduk yang mengering berubah fungsi menjadi lokasi bersantai, tempat berolahraga ringan, hingga area bermain bagi masyarakat setempat.
Beberapa fasilitas seperti perahu nelayan kini tampak kandas di dasar waduk yang mengering, menjadi pemandangan unik yang menarik perhatian warga untuk melintas atau sekadar mengabadikan momen di lokasi tersebut.
Dampak Puncak Kemarau dan El Nino
Mengeringnya waduk ini sejalan dengan kondisi iklim nasional. Sebanyak 169 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 25,41 persen wilayah daratan di Indonesia dilaporkan mengalami puncak musim kemarau pada September ini.
Dampak fenomena El Nino yang cukup kuat membuat durasi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan dengan kondisi cuaca yang jauh lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah dan masyarakat imbau untuk tetap waspada terhadap krisis air bersih serta potensi dampak kekeringan pada sektor pertanian.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post