Dinamika pasar keuangan dan industri ritel nasional diwarnai sejumlah pergerakan strategis serta perubahan regulasi signifikan pada pekan akhir September 2026. Mulai dari perombakan aturan batas harga saham oleh regulator bursa, lonjakan kinerja emiten hilirisasi nikel, transparansi penggunaan dana eksekusi korporasi, hingga strategi ekspansi industri ritel modern menjadi sorotan utama para pelaku pasar modal dan investor.
Berikut ringkasan komprehensif isu ekonomi dan bisnis pilihan yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar serta peta persaingan usaha di Indonesia:
Kebijakan Baru BEI Restrukturisasi Perdagangan Saham GOTO dan 92 Emiten FCA
Langkah tegas diambil oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pemberlakuan Peraturan Bursa I-X yang baru per 28 September 2026. Kebijakan ini secara resmi menghapus batas minimum harga saham Rp 50 (gocap) menjadi Rp 1 per lembar. Regulasi ini secara langsung mengubah dinamika perdagangan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang tercatat stagnan di level Rp 50 sejak 5 Mei 2026, memicu kembali potensi mobilitas likuiditas saham emiten teknologi tersebut di pasar sekunder.
Sejalan dengan reformasi regulasi tersebut, BEI juga resmi mengeluarkan 92 emiten dari Papan Pemantauan Khusus dengan mekanisme Full Call Auction (FCA). Pencabutan ini dilakukan seiring ditiadakannya Kriteria 1, 6, 7, dan 10 dalam aturan baru. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan fleksibilitas transaksi serta meningkatkan keterbukaan informasi bagi para pemegang saham emiten terkait.
Kinerja Mentereng MBMA: Laba Bersih Melesat 830 Persen
Dari sektor pertambangan dan hilirisasi nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat signifikan sepanjang semester I-2026. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (NPATMI) melonjak tajam hingga 830% secara tahunan (year on year/yoy), mencapai US$ 54 juta dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 6 juta.
Lonjakan performa ini didorong oleh peningkatan volume produksi dan penjualan bijih nikel, optimalisasi efisiensi pengolahan smelter, serta ditopang oleh penguatan harga jual realisasi di pasar global. Capaian ini memperkuat posisi MBMA dalam menangkap momentum pertumbuhan rantai pasok baterai kendaraan listrik nasional.
Akuntabilitas Dana IPO CDIA dan Penyerapan Anggaran Prajogo Pangestu
Emiten konglomerasi di bawah naungan Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), menyampaikan keterbukaan informasi terkait realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Hingga akhir Juni 2026, perseroan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,8 triliun atau setara 78,45% dari total hasil penghimpunan dana sebesar Rp 2,37 triliun.
Direktur CDIA, Merly, mengonfirmasi bahwa penyerapan dana ekspansi tersebut belum mencapai 100%. Saat ini, CDIA masih mengantongi sisa dana IPO sebesar Rp 511 miliar yang siap dialokasikan sesuai dengan rencana pengembangan bisnis dan investasi strategis perseroan ke depan.
Ekspansi Berbasis Analisis Data Fore Coffee
Di sektor industri makanan dan minuman (F&B), PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menegaskan komitmen ekspansinya secara agresif. Dalam kurun delapan tahun beroperasi, pengelola brand Fore Coffee ini telah mengoperasikan lebih dari 360 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga merambah pasar internasional di Singapura.
Manajemen FORE mengungkapkan bahwa penentuan titik lokasi ekspansi didasarkan pada pendekatan pengolahan data analitis (data-driven strategy). Penggunaan indikator kuantitatif dan perilaku konsumen menjadi pilar utama perseroan dalam memitigasi risiko bisnis serta menjaga tingkat produktivitas tiap gerai baru yang dibuka.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post