Pasar keuangan Indonesia kembali menunjukkan taji di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hingga pertengahan September, arus modal asing yang masuk ke dalam negeri tercatat melesat hingga Rp 140,7 triliun (sekitar 7,9 miliar dolar AS). Tren positif ini menandai pemulihan signifikan setelah pasar domestik sempat tertekan oleh gelombang modal keluar (capital outflow) pada awal tahun.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengonfirmasi bahwa dana investor global mulai berbondong-bondong kembali memburu aset-aset finansial Indonesia. Kepercayaan investor luar negeri ini dinilai menjadi amunisi penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi nasional.
Daya Tarik SBN dan SRBI di Tengah Turbulensi Global
Instrumen surat berharga negara masih menjadi magnet utama bagi para pemilik modal. Suahasil mengungkapkan, akumulasi arus modal masuk paling deras mengalir ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Pasar obligasi pemerintah Indonesia terbukti memiliki ketahanan yang solid. Hal ini terlihat dari perbedaan imbal hasil (yield spread) antara SBN dan US Treasury yang relatif terjaga rendah dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Kondisi ini mencerminkan persepsi risiko terhadap pasar keuangan domestik yang kian membaik di mata investor internasional.
Manajemen makroekonomi yang terukur serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang erat menjadi faktor kunci yang mampu meredam dampak gejolak ekonomi global di pasar keuangan nasional.
Tiga Pilar Strategi Penjaga Ketahanan Fiskal
Guna memperkuat daya tahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke depan, Kemenkeu telah menyiapkan tiga strategi fiskal prioritas:
- Optimalisasi Penerimaan Negara: Mendorong peningkatan rasio pajak melalui perbaikan kepatuhan wajib pajak, perluasan basis pajak, serta digitalisasi sistem perpustakaan melalui sistem Coretax. Pemerintah juga terus menyesuaikan aturan perpajakan dengan dinamika ekonomi digital dan global.
- Peningkatan Kualitas Belanja (Quality of Spending): Efisiensi belanja negara akan diperketat agar lebih tepat sasaran, disertain penajaman koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
- Pembiayaan Inovatif: Mendorong skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan kreatif untuk mendukung postur APBN yang tetap ekspansif tanpa mengorbankan kesehatan dan fleksibilitas fiskal jangka panjang.
Arah kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan Suahasil Nazara dipastikan bakal mengedepankan kesinambungan. Pendekatan ini diambil guna menjamin kepastian pasar, sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi nasional dari potensi guncangan eksternal di masa mendatang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post