JAKARTA — Puluhan warga negara Rusia di Indonesia antusias menyalurkan hak pilih mereka dalam Pemilihan Legislatif untuk anggota Duma Negara (Majelis Rendah) pada Minggu (20/9/2026). Proses pemungutan suara dipusatkan di dua Lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), yakni di Kedutaan Besar Rusia di Kuningan, Jakarta, serta di Denpasar, Bali.
Sejak pukul 08.00 WIB, suasana tertib dan sibuk tampak di kawasan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta. Sejumlah bus dan kendaraan pribadi yang mengangkut para pemilih berderet rapi, menyulap area Kedubes menjadi fasilitas pemungutan suara yang melayani pemilih hingga pukul 20.00 WIB.
Agenda Politik Krusial dan Peta Konstelasi Parlemen
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, yang juga bertindak sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Rusia untuk wilayah Indonesia, menegaskan bahwa pemilu ini merupakan momentum domestik yang sangat penting bagi negaranya.
“Pemilihan ini akan menentukan bagaimana peta politik di parlemen mendatang,” ujar Sergei Tolchenov saat ditemui di lokasi pemungutan suara.
Tolchenov memperkirakan sekitar 400 warga negara Rusia memberikan suara di TPS Jakarta, dan jumlah yang relatif setara memilih di TPS Denpasar, Bali. Berdasarkan catatan Kedutaan Besar Rusia, saat ini terdapat sekitar 40 ribu warga negara Rusia yang bermukim di Indonesia. Sifat partisipasi pemilu ini adalah sukarela, di mana warga bebas memilih untuk menyalurkan suara atau tidak.
Pemilihan legislatif Duma Negara ini dilaksanakan secara serentak dengan pemilihan kepala daerah dan legislatif daerah di Rusia yang berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 September 2026. Secara keseluruhan di tingkat nasional, perebutan kursi mencakup 20.700 posisi legislatif dan kepemimpinan daerah dari 11 partai politik peserta pemilu.
Khusus untuk Duma Negara, sebanyak 450 kursi diperebutkan. Skemanya terbagi menjadi dua: 225 delegasi dipilih melalui daftar partai federal, dan 225 delegasi lagi dipilih berdasarkan daerah pemilihan perorangan (single-member districts).
Transparansi dan Partisipasi Pengamat Internasional
Proses demokrasi Rusia kali ini mendapat pengawasan ketat. Data dari Komisi Pemilihan Umum Rusia mencatat lebih dari 380.000 pengamat domestik diturunkan di berbagai TPS. Selain itu, terdapat 1.126 pengamat dan pakar internasional yang berasal dari 133 negara untuk memastikan transparansi pelaksanaan.
Tolchenov menambahkan, sejumlah perwakilan dari Indonesia turut berpartisipasi langsung mengawasi jalannya proses pemilu di Moskow, termasuk utusan dari partai politik seperti Gerindra, PDI-P, serta anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Penghitungan suara di TPS Jakarta dilakukan sesaat setelah TPS ditutup pada pukul 20.00 WIB. Hasil rekapitulasi daerah akan disetujui oleh komisi pemilu setempat sebelum dikirimkan ke pusat di Moskow. Hasil akhir secara nasional diproyeksikan sudah dapat dipublikasikan paling lambat pada Senin (21/9/2026).
Alur Pemungutan Suara yang Efisien
Mekanisme pemungutan suara bagi warga negara Rusia di Indonesia dirancang sangat praktis. Pemilih cukup mendatangi bagian konsuler di Jakarta atau Denpasar dengan membawa paspor asli tanpa perlu melakukan registrasi ulang terlebih dahulu.
Setelah identitas diverifikasi oleh petugas, pemilih menerima lembar surat suara yang memuat daftar 11 partai politik peserta pemilu. Pemilih kemudian menuju salah satu dari empat bilik suara yang disediakan, memberikan tanda pilihan, melipat surat suara, dan memasukkannya ke dalam kotak suara.
Proses di depan kotak suara diawasi oleh dua petugas, yakni perwakilan Kedubes Rusia dan seorang pengawas publik. Wakil Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR), Valery Fedortsov, yang bertindak sebagai pengawas publik di Jakarta, memuji efisiensi mekanisme pemilu tersebut.
“Tidak ada waktu untuk melakukan kecurangan. Semua dilakukan secara transparan, dan media bahkan diizinkan meliput secara bebas,” kata Valery Fedortsov.
Kemudahan proses ini juga dirasakan langsung oleh Duta Besar Rusia untuk ASEAN, Evgeny Zagaynov. Ia tampak ikut mengantre secara tertib bersama warga lainnya di Kedubes Rusia di Jakarta. Proses verifikasi dokumen hingga pencoblosan bagi Diplomat Senior tersebut berlangsung singkat dalam waktu kurang dari lima menit.
“Sangat cepat dan efisien,” ujar Evgeny Zagaynov seusai menyalurkan hak suaranya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post