Sektor kelautan dan perikanan Indonesia mencatatkan lonjakan kinerja signifikan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat perekonomian nasional. Selain menorehkan angka produksi nasional hingga 26,25 juta ton pada 2025, kebijakan terintegrasi di sektor ini sukses mendongkrak pendapatan nelayan lokal secara dramatis serta menyelematkan potensi kerugian negara hingga Rp16,03 triliun melalui pengawasan ketat sumber daya kelautan.
Sorotan positif terhadap capaian tersebut datang dari akademisi dan pakar kelautan, Prof. Marihot Manullang. Guru Besar Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru ini menilai, strategi pembangunan yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil membuktikan bahwa transformasi ekonomi pesisir tidak hanya berhenti pada angka statistik di atas kertas, tetapi berorientasi pada peningkatan kelas hidup para nelayan.
“Capaian KKP dalam dua tahun terakhir patut mendapatkan apresiasi. Pembangunan sektor kelautan harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menghasilkan angka produksi yang tinggi,” ujar Prof. Marihot Manullang.
Pertumbuhan Produksi Perikanan dan Penguatan Ketahanan Pangan
Berdasarkan data kinerja, produksi perikanan nasional pada 2025 mengalami lonjakan sebesar 11,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini konsisten berlanjut hingga September 2026, di mana total produksi perikanan tercatat menembus 19,89 juta ton, atau tumbuh 3,44 persen secara tahunan (year-on-year).
Marihot menekankan bahwa peningkatan volume produksi secara konstan ini menjadi modal krusial bagi Indonesia dalam memperkokoh agenda ketahanan pangan nasional. Lebih dari itu, ketersediaan bahan baku yang melimpah membuka ruang akselerasi bagi industri pengolahan hasil perikanan domestik untuk menembus rantai pasok global.
“Peningkatan produksi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan, serta meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar internasional,” tuturnya.
Dampak Nyata Program Kampung Nelayan Merah Putih
Salah satu pilar utama penataan kawasan pesisir yang mendapat perhatian khusus adalah keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini difokuskan untuk merestrukturisasi ekosistem ekonomi pesisir agar nelayan tidak lagi berada di posisi tawar yang lemah.
Keberhasilan nyata dari pendekatan ekosistem ini terlihat di KNMP Tongke-Tongke. Di kawasan ini, integrasi dukungan sarana, rantai distribusi, dan pemetaan pemasaran berhasil mendongkrak pendapatan nelayan hingga 75 persen, dengan rata-rata penghasilan mencapai sekitar Rp7 juta per bulan. Di saat bersamaan, perbaikan tata niaga mendorong harga jual ikan naik 50 persen menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram.
“Ketika harga jual ikan meningkat dan pendapatan nelayan membaik, manfaatnya dapat dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan keluarga, pendidikan anak, dan pengembangan usaha. Ini indikator penting keberhasilan pembangunan pesisir,” jelas Marihot.
Ekspor Meningkat dan Tantangan Hilirisasi Berkelanjutan
Dari perspektif ekonomi makro, sektor perikanan turut berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada triwulan II 2026, PDB sektor perikanan mencatatkan pertumbuhan pesat sebesar 6,86 persen secara tahunan. Kinerja perdagangan luar negeri juga menunjukkan tren positif, di mana nilai ekspor perikanan tahun 2025 menembus 6,27 miliar Dolar AS (naik 5,2 persen). Tren kenaikan tersebut berlanjut hingga Agustus 2026 dengan nilai ekspor mencapai 4,23 miliar Dolar AS atau tumbuh 6,02 persen.
Meski mencatatkan kinerja perdagangan yang mengilap, Marihot mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan keberlanjutan ekosistem laut. Langkah hilirisasi harus diimbangi dengan penerapakan standar keamanan pangan yang ketat agar produk Indonesia memiliki daya saing jangka panjang di pasar internasional.
“Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang besar, sehingga penguatan industri hilir, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar harus menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing nasional,” pungkasnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post