Dorong Kemandirian Destinasi Wisata Batu, Akademisi Malang Digandeng Perkuat Pemasaran Digital
KOTA BATU – Penguatan sektor pariwisata di Malang Raya kini tidak lagi sekadar mengandalkan keindahan panorama alam semata, melainkan juga menuntut kesiapan tata kelola dan keberlanjutan branding digital. Menjawab tantangan tersebut, tim akademisi dari Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang (UM) menerjunkan tim pendampingan untuk memperkuat potensi Kampung Wisata Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT) atau kepariwisataan berbasis masyarakat, program yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM ini berfokus pada digitalisasi promosi dan tata kelola destinasi yang mandiri. Langkah ini diambil untuk memastikan potensi besar Kampung Wisata Kungkuk yang memadukan rekreasi dan pengalaman edukasi dapat tergarap secara optimal dan dikenal lebih luas oleh calon wisatawan.
Tiga Produk Inovasi untuk Penguatan Wisata Kungkuk
Ketua Tim Pengabdian UM, Dr. Iriaji, M.Pd., menjelaskan bahwa kolaborasi yang terjalin sejak Mei hingga Oktober ini menghasilkan tiga produk utama yang diserahkan langsung kepada pengelola lokal. Produk pertama adalah Buku Saku Kampung Wisata Kungkuk yang menyajikan panduan profil, potensi lokal, serta ragam daya tarik wisata edukasi secara ringkas dan komunikatif.
Produk kedua berfokus pada penguatan identitas visual di media sosial melalui penyusunan template dan tata letak feeds Instagram yang konsisten. Langkah ini dirancang untuk menyasar calon pengunjung dari kalangan generasi muda yang dominan mencari referensi liburan melalui platform digital.
Sementara itu, produk ketiga berupa Modul Community Based Tourism (CBT) yang berfungsi sebagai panduan operasional pengelolaan wisata. Modul ini mengatur secara rinci pembagian peran warga, koordinasi kelembagaan, hingga standar pelayanan wisatawan secara kolaboratif.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek promosi, tetapi mampu mengelola pemasaran dan destinasinya sendiri. Produk yang kami serahkan adalah bekal agar mereka dapat terus berkembang secara mandiri,” ujar Dr. Iriaji, M.Pd.
Pendekatan Partisipatif dan Transformasi Ekonomi Lokal
Dalam prosesnya, tim peneliti mengedepankan strategi partisipatif. Warga dan pengelola Kampung Wisata Kungkuk dilibatkan aktif mulai dari tahap pemetaan masalah, penentuan konsep desain visual, hingga penyusunan materi panduan. Hal ini dilakukan agar seluruh perangkat promosi dan panduan kelola benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan serta mudah diterapkan secara berkelanjutan.
Inisiatif ini juga berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 4 terkait Pendidikan Berkualitas. Pemasaran digital yang terstruktur diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan yang berimbas langsung pada perputaran ekonomi warga setempat, mulai dari penyedia jasa pemandu, pelaku UMKM kuliner, hingga perajin produk lokal.
Dengan hadirnya buku saku, identitas visual Instagram yang rapi, serta panduan Modul CBT, pengelola Kampung Wisata Kungkuk kini memiliki pijakan kokoh untuk bersaing di industri pariwisata Malang Raya. Ke depan, konsistensi warga dalam memperbarui konten dan menjaga kualitas layanan menjadi kunci utama dalam mewujudkan destinasi wisata edukasi yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post