KOTA BATU – Industri pariwisata Malang Raya terus memperkuat sinergi untuk memperkokoh posisinya sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur. Langkah strategis ini ditunjukkan melalui gelaran Field Trip in Collaboration yang digagas oleh wahana terbaru milik Jawa Timur Park Group, yakni Museum Mega Science Center dan Budaya, bersama puluhan asosiasi pariwisata se-Malang Raya dan Jawa Timur.
Agenda yang berlangsung pada Senin (26/10/2026) ini dirancang sebagai momentum krusial untuk mengintegrasikan potensi wisata edukasi, teknologi, dan kebudayaan lokal. Sebanyak 20 organisasi dan komunitas pariwisata tampak hadir merapatkan barisan, di antaranya PHRI Kota Batu, ASPPI Malang, ASITA, HPI Malang, DPD ASPPI Jawa Timur, DPD PUTRI Jawa Timur, hingga kelompok sadar wisata (POKDARWIS) dan Batu Local Guide.
Mengawinkan Ratusan Alat Peraga Sains dan Koleksi Artefak Budaya
Dalam kesempatan tersebut, para pelaku industri pariwisata diajak mengeksplorasi secara langsung konsep unik yang diusung oleh Mega Science Center dan Budaya. Wahana anyar di Kota Batu ini berdiri di atas fondasi edukasi yang kuat, memamerkan sedikitnya 617 koleksi alat peraga sains serta 1.023 artefak budaya yang bernilai sejarah tinggi.
Tak sekadar pameran pasif, para peserta diajak menikmati berbagai atraksi interaktif. Mulai dari pertunjukan seni tradisional seperti wayang potehi dan panggung komedi Srimulat, hingga simulasi sains modern seperti peluncuran roket di zone antariksa dan demonstrasi kelistrikan ekstrem melalui Tesla coil.
Manajer Operasional Mega Science Center dan Budaya, Deni Rina Sari, menjelaskan bahwa integrasi antara sains, teknologi, dan seni budaya sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman belajar yang hidup bagi para wisatawan dari berbagai generasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendapatkan perspektif langsung dari para pelaku pariwisata mengenai apa yang dibutuhkan wisatawan saat ini. Masukan dari teman-teman asosiasi sangat krusial untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pengunjung di tempat kami,” ujar Deni.
Atraksi Robotika dan Komitmen Penguatan Ekosistem Wisata Lokal
Rangkaian acara kemudian berlanjut di Auditorium Mega Science Center. Sebelum paparan strategi bisnis disampaikan, suasana semakin semarak dengan kemunculan dua robot humanoid, Michael Sae dan Robot Joni, yang menyapa para tamu undangan. Kehadiran teknologi robotika ini menegaskan arah pengembangan wahana berbasis edukasi interaktif masa depan.
Manager Marketing dan Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto, menegaskan bahwa ekspansi yang dilakukan grupnya selalu berorientasi pada keberlanjutan ekosistem pariwisata daerah. Diskusi dua arah yang digelar bersama para agen perjalanan dan asosiasi menjadi ruang krusial untuk memetakan peluang pasar baru.
“Melalui kolaborasi antara Mega Science Center dan Budaya dengan asosiasi pariwisata, kami berharap dapat terus mendorong inovasi dan memperluas jejaring kerja sama. Jawa Timur Park Group berkomitmen penuh mendukung berbagai inisiatif kolaboratif demi meningkatkan daya tarik serta lama tinggal (length of stay) wisatawan di Malang Raya,” tegas Titik.
Lewat penguatan jejaring ini, hadirnya Museum Mega Science Center dan Budaya diharapkan mampu menjadi magnit baru yang semakin menggairahkan iklim pariwisata di Kota Batu dan sekitarnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post