JAKARTA — Hubungan diplomasi antara Indonesia dan Australia memasuki babak baru yang semakin kokoh. Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, melakukan kunjungan kerja resmi ke Jakarta untuk menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri. Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara tetangga untuk terus memperkuat kemitraan strategis, menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik, serta memperluas kerja sama ekonomi bernilai triliunan rupiah.
Kunjungan ini terasa istimewa lantaran Wong menjadi menteri luar negeri dari negara sahabat pertama yang diterima secara langsung oleh Arrmanatha Nasir sejak ia resmi dilantik pada awal Oktober 2026. Dalam pertemuan tertutup selama sekitar 45 menit tersebut, kedua Menlu memupuk kembali rasa saling percaya yang telah menjadi fondasi hubungan bilateral kedua negara selama lebih dari 77 tahun.
Penegasan Kemitraan Strategis di Kawasan
Dalam kesempatan tersebut, Penny Wong menegaskan bahwa Jakarta memegang peranan yang sangat krusial dalam peta diplomasi Canberra. Kedatangannya ke Indonesia, yang dilakukan secara berurutan setelah melakukan lawatan ke Papua Nugini, menunjukkan prioritas utama Australia terhadap kawasan sekitarnya.
“Tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia selain Indonesia,” ujar Penny Wong penuh penekanan.
Wong menambahkan bahwa keberadaan Traktat Jakarta (Jakarta Treaty)—kesepakatan strategis yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden RI Prabowo Subianto pada November 2025—merupakan bukti nyata kedalaman rasa saling percaya antarkedua negara. Melalui traktat tersebut, Canberra dan Jakarta berkomitmen penuh untuk bersinergi mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.
Sementara itu, Menlu RI Arrmanatha Nasir menyambut hangat kehadiran kolegapuninya. Kedatangan Wong dinilai sebagai sinyal diplomasi yang sangat kuat sekaligus bentuk komitmen tinggi Australia dalam menjaga saluran komunikasi yang erat di tingkat menteri.
“Penny Wong merupakan Menteri Luar Negeri pertama yang datang ke Indonesia untuk mengadakan pertemuan tingkat menteri dengan saya. Ini menunjukkan kedekatan hubungan kedua negara,” ungkap Arrmanatha.
Arrmanatha menegaskan kembali arahan strategis Presiden Prabowo Subianto terkait garis diplomasi Indonesia di panggung internasional. Indonesia konsisten mengusung prinsip sebagai tetangga yang baik (good neighbour) bagi seluruh negara di kawasan, termasuk Australia.
“Hubungan Indonesia dan Australia selama ini berjalan sangat baik. Tentunya, saya sebagai Menteri Luar Negeri yang baru akan terus menjaga dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara,” tambah diplomat senior yang akrab disapa Tata tersebut.
Penguatan Arsitektur Keamanan dan Multilateral
Selain mempererat hubungan bilateral secara langsung, kedua Menlu mendiskusikan berbagai isu strategis kawasan, termasuk penguatan arsitektur keamanan dan ketahanan di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia dan Australia sepakat untuk terus mengoptimalkan forum-forum regional utama, seperti ASEAN, Indian Ocean Rim Association (IORA), dan Pacific Islands Forum (PIF).
Tak hanya di tataran regional, kedua belah pihak juga menyepakati pentingnya mendorong reformasi pada sistem tata kelola multilateral global agar lebih adaptif, adil, dan responsif terhadap tantangan zaman saat ini.
Suntikan Dana Rp 5,2 Triliun untuk Kemitraan Ekonomi
Rangkaian kunjungan Penny Wong di Jakarta juga menyasar agenda penguatan sektor ekonomi dan sosial. Wong mendatangi Hotel Ritz-Carlton Jakarta untuk meluncurkan secara resmi kelanjutan program kemitraan ekonomi unggulan, Australia-Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera), bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pada tahap kedua ini, pemerintah Australia mengucurkan komitmen dana hibah pembangunan sebesar 420 juta dolar Australia (setara Rp 5,29 triliun dengan kurs Rp 12.600 per dolar Australia) yang ditargetkan berlangsung hingga 10 tahun ke depan. Program Prospera berfokus pada efisiensi kebijakan publik, reformasi ekonomi, serta peningkatan iklim investasi di Indonesia.
“Australia dan Indonesia telah bekerja sama untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Tahap berikutnya dari Prospera mencerminkan komitmen kita untuk terus melanjutkan upaya tersebut,” terang Wong.
Selain menghadiri peluncuran Prospera bersama Menko Airlangga, Wong juga menyempatkan diri bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono untuk membahas pilar prioritas pembangunan sosial. Rangkaian agenda tersebut ditutup dengan pertemuan hangat bersama Menteri Keuangan Suhasil Nazara serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, yang juga merupakan alumnus universitas ternama Australia, The University of New South Wales, Sydney.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post