JAKARTA — Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) resmi memulai babak baru kepemimpinan usai menggelar Kongres IV. Dalam proses pemungutan suara, Darwis Ismail terpilih sebagai Ketua Umum ISKINDO periode mendatang setelah meraih keunggulan signifikan dengan 15 suara, mengalahkan kompetitornya, Hendra Yusran Siry, yang memperoleh 6 suara dari total 22 suara yang masuk.
Momen pergantian kepemimpinan ini diproyeksikan menjadi pijakan strategis untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas kontribusi nyata para sarjana kelautan terhadap pembangunan maritim nasional. Forum tertinggi organisasi profesi ini dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta diikuti oleh 27 perwakilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dari seluruh penjuru Indonesia secara hibrida.
Merangkul Semua Elemen dan Memperkuat Kolaborasi
Dalam pidato perdananya usai terpilih, Darwis Ismail menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang inklusif. Ia berjanji akan merangkul seluruh pemangku kepentingan dan alumni lintas perguruan tinggi untuk merapatkan barisan demi membesarkan ISKINDO.
“ISKINDO merupakan modal besar yang perlu dihubungkan dengan kebutuhan pembangunan dan pengelolaan laut Indonesia,” ujar Darwis menekankan pentingnya sinergi antara potensi keilmuan dan kebutuhan riil industri maritim.
Masa transisi ini juga menjadi panggung apresiasi bagi kepemimpinan periode 2021–2026 di bawah arahan M. Riza Damanik. Selama masa jabatannya, Riza dinilai berhasil meletakkan fondasi kokoh dalam penguatan jejaring profesi dan konsolidasi organisasi.
Sebelumnya saat membuka kongres, Riza mengingatkan bahwa tantangan terbesar sektor maritim saat ini bukan lagi sekadar menghitung besarnya potensi sumber daya alam. “Tantangan utamanya adalah kemampuan bangsa dalam menyiapkan sumber daya manusia profesional untuk mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Menjawab Tantangan Global dan Pengembangan Ekonomi Pesisir
Pesan keberlanjutan tersebut menjadi modal penting bagi kepengurusan baru. ISKINDO dituntut untuk terus adaptif dalam menjawab berbagai isu kritis, mulai dari krisis perubahan iklim, ancaman degradasi ekosistem laut, akselerasi ekonomi pesisir, hingga penyediaan lapangan kerja yang relevan bagi para lulusan keilmuan kelautan.
Estafet kepemimpinan yang kini dipegang Darwis diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut melalui perluasan jejaring kerja, kesinambungan program, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Rekam Jejak Kepemimpinan dan Kewirausahaan
Sosok Darwis Ismail sendiri bukan nama baru dalam dunia kelautan dan keorganisasian. Alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 1992 ini memiliki rekam jejak panjang yang memadukan keahlian akademis dengan pengalaman praktis di dunia usaha.
Di dunia profesional, Darwis aktif mengembangkan sektor perikanan budidaya, khususnya usaha budidaya udang, serta membangun jaring bisnis di Jakarta. Pengalaman kewirausahaan ini menjadi bukti nyata bagaimana latar belakang keilmuan kelautan dapat ditransformasikan menjadi sektor usaha yang membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Di ranah keorganisasian, perjalanan Darwis terbilang sangat matang. Sebelum dipercaya memegang pucuk pimpinan tertinggi ISKINDO, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA Unhas). Di kepengurusan pusat ISKINDO sendiri, ia telah mengabdi dalam berbagai posisi strategis, mulai dari Bendahara Umum (2016–2018), Sekretaris Dewan Pakar (2018–2020), hingga Wakil Ketua Umum (2021–2026).
Pengalaman panjang tersebut dinilai menjadi modal kuat bagi Darwis untuk mengakhiri masa konsolidasi dan membawa ISKINDO menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan serta pemanfaatan potensi maritim Indonesia secara berkelanjutan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post