Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membawa ancaman baru di dunia digital, khususnya terkait kejahatan kecurangan identitas. Wajah dan reputasi praktisi medis kini marak dicatut tanpa izin oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mempromosikan produk kecantikan yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Kasus ini salah satunya menimpa dokter sekaligus kreator konten edukasi kecantikan, dr. Abelina Dini Fitria, Dipl. AAAM, MM, MARS, yang populer dengan nama publik dr. Incognito. Identitas visual, nama lengkap, hingga gelar akademisnya direkayasa menggunakan teknologi AI untuk menjual produk skincare yang mengandung bahan-bahan berbahaya.
Pencurian Identitas Profesional dan Risiko Produk Berbahaya
Penyalahgunaan data pribadi berbasis AI yang dialami dr. Incognito muncul dalam beragam variasi. Beberapa konten memanipulasi fitur wajahnya namun menyantumkan nama lain, sementara materi promosi lainnya mencatut keseluruhan identitas berupa wajah, nama lengkap, dan gelar profesinya secara mutlak demi kepentingan komersial semata.
“Wajahku dicuri tanpa izin, tiba-tiba diambil paksa. Yang paling parah ada yang memakai namaku dan gelarku. Itu mencuri identitas dan kredibilitasku. Paling sedihnya, pencurian tersebut dipakai untuk jualan bahan berbahaya,” tegas dr. Incognito saat menanggapi maraknya rekaman manipulatif yang beredar di platform digital.
Dampak dari kejahatan siber ini tidak hanya merusak reputasi dan rekam jejak yang dibangun tenaga medis selama bertahun-tahun. Konsumen yang minim informasi berada dalam posisi paling rentan karena berisiko memilah produk berdasarkan persepsi keliru, menganggap promosi berbahaya tersebut didukung langsung oleh dokter tepercaya.
Dilema Perlindungan Data dan Strategi Pertahanan Konten
Dalam menghadapi masifnya konten pemalsuan berbasis AI, perlindungan hukum maupun teknis yang komprehensif dinilai masih amat terbatas. Proses verifikasi identitas digital seperti pemindaian wajah (face scan) justru dikhawatirkan dapat membuka celah kebocoran data visual baru yang siap direkayasa ulang oleh sistem AI.
Menanggapi keterbatasan tersebut, dr. Incognito memilih memperkuat legitimasi profesi yang tidak bisa ditiru oleh algoritma kecerdasan buatan, seperti lisensi resmi, keabsahan gelar medis, serta konsistensi rekam jejak edukasi.
“Bukannya kalau aku scan wajahku jadinya malah makin mudah buat orang mencuri mukaku lewat AI? Jadi sekarang aku mengandalkan kredibilitas. AI kan tidak bisa memiliki lisensi, gelar, dan sebagainya,” ungkapnya.
Sebagai langkah mitigasi pada ranah pembuatan konten, ia menyiasatinya dengan menampilkan pendekatan personalitas yang dinamis dan humanis. Penerapan ekspresi empati secara alami, variasi sudut pengambilan gambar (angle camera), hingga pola penyampaian informasi yang tidak kaku menjadi pembeda utama antara sosok manusia asli dengan hasil buatan mesin.
Edukasi Literasi Digital dan Kewaspadaan Konsumen
Kiprah dr. Abelina di industri kecantikan dan gaya hidup telah dimulai sejak 2011, sebelum akhirnya aktif secara profesional sebagai kreator konten pada 2017. Pemilihan nama panggung dr. Incognito—yang terinspirasi dari kata penyamaran dan karakter fiksi—dipilih agar publik lebih berfokus pada substansi materi medis dan pengetahuan yang disampaikan daripada latar belakang fisik semata.
Merebaknya iklan skincare manipulatif di media sosial menjadi alarm pentingnya peningkatan literasi digital bagi masyarakat luas. Kehadiran foto atau video berwajah dokter pada suatu promosi digital tidak lagi menjamin keabsahan dari keaslian rekomendasi produk tersebut.
Masyarakat diimbau untuk selalu kritis dalam membedakan karakteristik konten buatan AI dengan video asli melalui observasi detail gerakan dan audio. Selain itu, verifikasi secara mandiri melalui akun media sosial resmi milik tenaga kesehatan yang bersangkutan menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk membeli atau menggunakan produk kesehatan dan kecantikan di pasar siber.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post