Pengemudi Mobil Listrik Menjadi Tersangka Kecelakaan Beruntun di Blok M
Penyidik Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya resmi menetapkan pengemudi mobil listrik BYD Atto 3 berinisial S sebagai tersangka dalam insiden kecelakaan beruntun di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Penetapan status hukum ini dilakukan setelah kepolisian melakukan serangkaian pemeriksaan awal pascainsiden tragis yang melibatkan sejumlah kendaraan dan seorang pengemudi ojek dalam jaringan (ojol).
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M. Adiel Aristo, mengonfirmasi bahwa saat ini tersangka masih menjalani proses pemeriksaan intensif untuk mendalami motif serta faktor teknis di balik kecelakaan tersebut. Berdasarkan hasil interogasi sementara, pengemudi diduga mengalami kepanikan saat melaju di tengah padatnya arus lalu lintas.
Kronologi Insiden: Hilang Kendali di Tengah Kepadatan Lalu Lintas
Peristiwa kecelakaan beruntun tersebut terjadi di ruas Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat sore. Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar di media sosial, kendaraan listrik berwarna putih tersebut semula bergerak di tengah kondisi jalan raya yang sedang ramai padat.
Namun, secara mendadak kendaraan mengalami hilang kendali. Usai memicu benturan pertama, pengemudi diduga tidak sempat menginjak rem dan terus melaju. Mobil tersebut lantas menghantam kendaraan lain di sampingnya sebelum akhirnya menabrak seorang pengemudi ojek online yang berada tepat di depannya.
Laju kendaraan ramah lingkungan itu baru benar-benar terhenti setelah merangsek naik ke atas trotoar dan menghantam keras pagar pembatas pejalan kaki di kawasan tersebut.
Kondisi Korban dan Pendalaman Penyidikan
Akibat benturan keras tersebut, pengemudi ojek online berinisial HS dilaporkan mengalami luka serius, termasuk patah tulang pada bagian kaki kiri serta sejumlah luka lecet di tubuhnya. Korban langsung mendapatkan perawatan medis usai dievakuasi dari lokasi kejadian.
Pihak kepolisian menyatakan masih terus melakukan penanganan perkara secara komprehensif, termasuk menguji kondisi kelaikan kendaraan serta memeriksa saksi-saksi di tempat kejadian perkara. “Masih kami dalami penyebab pastinya. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pengemudi kaget dan panik,” ujar AKBP M. Adiel Aristo.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post