JAKARTA — Langkah signifikan dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional resmi dimulai. Korps Marinir TNI Angkatan Laut menerima kedatangan kendaraan tempur (ranpur) amfibi canggih jenis Assault Amphibious Vehicles (AAV) tipe AAVM35 buatan Amerika Serikat. Total sebanyak 105 unit ranpur amfibi diproyeksikan bakal memperkuat lini pertahanan maritim Indonesia secara bertahap hingga tahun 2028.
Penyerahan tahap pertama alutsista amfibi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Lapangan Apel Markas Batalyon Infanteri 6 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan. Acara penyerahan turut dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta jajaran pejabat tinggi militer lainnya.
Skema Pengadaan dan Pengiriman Bertahap
Pengadaan armada tempur ini dilakukan oleh Kementerian Pertahanan melalui skema kerja sama antarpemerintah Foreign Military Sales (FMS) dengan Amerika Serikat. Pada gelombang pertama, TNI AL mengalokasikan anggaran lebih dari 23 juta dolar AS untuk mendatangkan 35 unit AAV.
Sebagai awal penyerahan, sebanyak 12 unit AAV telah menginjakkan kaki di Indonesia. Armada tersebut terdiri atas 11 unit varian AAVP7 yang difungsikan sebagai kendaraan pengangkut personel, serta satu unit varian AAVC7 yang dirancang khusus sebagai kendaraan komando dan kendali. Sisa 23 unit kendaraan pada gelombang pertama ini dijadwalkan tiba pada akhir November 2026.
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan bahwa setelah tahap awal rampung, proses pengadaan akan berlanjut ke tahap berikutnya. Pemerintah berencana mendatangkan 35 unit AAV-M35 pada gelombang kedua pada tahun 2027, dan disusul 35 unit sisanya pada gelombang ketiga pada tahun 2028.
“Secara keseluruhan ada 105 unit yang didatangkan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun untuk memperkuat kemampuan operasional Korps Marinir,” ujar Muhammad Ali di sela-sela kegiatan penyerahan.
Distribusikan Kekuatan ke Tiga Pasukan Marinir
Seluruh unit AAV-M35 yang diterima tidak hanya dipusatkan di satu wilayah, melainkan akan didistribusikan secara proporsional untuk memperkuat tiga Komando Pelaksana Utama (Kotama) Korps Marinir di seluruh penjuru tanah air, meliputi:
- Pasukan Marinir (Pasmar) 1 yang berkedudukan di Jakarta.
- Pasukan Marinir (Pasmar) 2 yang berkedudukan di Sidoarjo, Jawa Timur.
- Pasukan Marinir (Pasmar) 3 yang berkedudukan di Sorong, Papua Barat Daya.
Penyebaran kekuatan ini diharapkan mampu mendongkrak kesiapsiagaan operasional prajurit Marinir dalam mengamankan kawasan pesisir, menjaga kedaulatan wilayah laut, serta mendukung berbagai operasi tempur pantai dan perairan di titik-titik strategis Indonesia.
Kemitraan Strategis di Kawasan Indo-Pasifik
Pengadaan alutsista berskala besar ini sekaligus menegaskan hubungan kemitraan pertahanan yang kian erat antara Indonesia dan Amerika Serikat. Penjabat Wakil Duta Besar AS, Aqueelah T. Johnson, mengapresiasi langkah Indonesia dalam memodernisasi peralatan militer menggunakan platform yang telah teruji dalam berbagai medan operasi.
“Pengadaan Assault Amphibious Vehicles oleh Indonesia menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan keamanan, stabilitas, dan kesiapan operasional di seluruh kawasan Indo-Pasifik,” ungkap Aqueelah.
Prosesi penyerahan ranpur secara simbolis ditandai dengan penyerahan miniatur AAV M-35 dari Menhan Sjafrie Sjamsoeddin kepada Panglima TNI, sebelum diteruskan secara estafet kepada KSAL dan diterima langsung oleh Komandan Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi.
Rangkaian acara ditutup dengan tradisi militer khas penyerahan alutsista baru, yaitu pemecahan kendi dan penyiraman air kembang ke salah satu unit ranpur oleh Menhan bersama pejabat utama TNI, menandai resminya AAV-M35 masuk ke dalam jajaran kekuatan tempur Korps Baret Ungu.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post