Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Pekerja Kini Bisa Tolak Penggunaan AI di Tempat Kerja Atas Alasan Kepercayaan Tanpa Harus Beragama/Rupiah Hari Ini Lanjutkan Tren Penguatan Hingga Akhir Oktober 2026/Jeratan Perbudakan Berkedok Budaya yang Langgengkan Kekerasan di Sumba Timur/Menengok ‘Lampu Bangjo’ Gantung Era 1930-an dan Kemegahan Hotel Mabes di Jantung Persimpangan Malang/Wall Street Anjlok Imbas Kekhawatiran Lonjakan Biaya Investasi AI Alphabet/MRCCC Siloam Semanggi Terapkan Pendekatan Multidisiplin demi Tingkatkan Kualitas Perawatan Kanker Payudara/Skandal Sentimen Nasional Tiongkok Ancam Imperium Sponsor Kylian Mbappé/Perkuat Diplomasi Budaya, Dubes RI Jose Tavares Gelar Kongres Bahasa Indonesia Pertama di Moskow/UNIQLO Resmi Buka Gerai Perdana di MOG Malang, Yakin Gak Mau Merapat? Siap-siap OOTD Kampus Naik Kelas!/Inovasi 50 Tahun Pirola Passamanerie Pacu Ekspansi Tekstil Fashion dan Beachwear Eropa/Bahlil Tegaskan Pemotongan Pasokan Gas 8 Persen ke Singapura Sesuai Kontrak Kerja Sama/Laba Bersih Melesat 37,3 Persen, Bisnis bank bjb Tumbuh Makin Prudent/Lebih dari Sekadar Musik, Danilla Rilis Parfum Eksklusif Penerjemah Spektrum Gelap Terang Album Candramawa/Laga Sengit di Kanjuruhan, RANS Nusantara Harus Puas Berbagi Poin dengan Kendal Tornado FC/Pendapatan Layanan Awan Amazon Melonjak di Tengah Kinerja Keuangan yang Meleset dari Target/
Pekerja Kini Bisa Tolak Penggunaan AI di Tempat Kerja Atas Alasan Kepercayaan Tanpa Harus Beragama/Rupiah Hari Ini Lanjutkan Tren Penguatan Hingga Akhir Oktober 2026/Jeratan Perbudakan Berkedok Budaya yang Langgengkan Kekerasan di Sumba Timur/Menengok ‘Lampu Bangjo’ Gantung Era 1930-an dan Kemegahan Hotel Mabes di Jantung Persimpangan Malang/Wall Street Anjlok Imbas Kekhawatiran Lonjakan Biaya Investasi AI Alphabet/MRCCC Siloam Semanggi Terapkan Pendekatan Multidisiplin demi Tingkatkan Kualitas Perawatan Kanker Payudara/Skandal Sentimen Nasional Tiongkok Ancam Imperium Sponsor Kylian Mbappé/Perkuat Diplomasi Budaya, Dubes RI Jose Tavares Gelar Kongres Bahasa Indonesia Pertama di Moskow/UNIQLO Resmi Buka Gerai Perdana di MOG Malang, Yakin Gak Mau Merapat? Siap-siap OOTD Kampus Naik Kelas!/Inovasi 50 Tahun Pirola Passamanerie Pacu Ekspansi Tekstil Fashion dan Beachwear Eropa/Bahlil Tegaskan Pemotongan Pasokan Gas 8 Persen ke Singapura Sesuai Kontrak Kerja Sama/Laba Bersih Melesat 37,3 Persen, Bisnis bank bjb Tumbuh Makin Prudent/Lebih dari Sekadar Musik, Danilla Rilis Parfum Eksklusif Penerjemah Spektrum Gelap Terang Album Candramawa/Laga Sengit di Kanjuruhan, RANS Nusantara Harus Puas Berbagi Poin dengan Kendal Tornado FC/Pendapatan Layanan Awan Amazon Melonjak di Tengah Kinerja Keuangan yang Meleset dari Target/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Jeratan Perbudakan Berkedok Budaya yang Langgengkan Kekerasan di Sumba Timur

by BBC Indonesia
October 30, 2026
Jeratan Perbudakan Berkedok Budaya Yang Langgengkan Kekerasan Di Sumba Timur

Jeratan Perbudakan Berkedok Budaya Yang Langgengkan Kekerasan Di Sumba Timur

SUMBA TIMUR — Di balik keindahan alam Sumba, Nusa Tenggara Timur, tersimpan realitas kelam perihal praktik perbudakan yang masih bertengger di balik sistem kasta tradisional. Masyarakat setempat membagi stratifikasi sosial ke dalam tiga kasta: maramba (bangsawan), kabihu (orang merdeka), dan ata (hamba atau budak). Bagi orang-orang dari kasta paling rendah, mengabdi kepada bangsawan sering kali menjadi belenggu seumur hidup yang berujung pada eksploitasi fisik hingga kekerasan seksual.

Dua perempuan asal Sumba Timur, sebut saja Maria (22) dan Marta (19), membagikan kisah pilu mereka setelah berhasil lepas dari belenggu perbudakan modern yang melingkupi kehidupan mereka selama belasan tahun.

Kisah Maria: Diculik Sejak Kecil dan Dipaksa Menghasilkan Keturunan

Penderitaan Maria dimulai saat usianya baru menginjak delapan tahun. Berawal dari menghadiri upacara pemakaman di kediaman keluarga bangsawan, Maria kecil dibujuk oleh kerabat keluarga tersebut untuk pergi. Tanpa disadari, ia diboyong dan dipaksa tinggal di rumah bangsawan tersebut.

Di tempat baru itu, Maria dipekerjakan secara paksa. Rutinitas harian seperti memasak, menyapu, mencuci, hingga bekerja di ladang harus diselesaikannya setiap hari. Karena beban kerja yang kelewat berat serta intimidasi fisik dan verbal yang dialami saban hari, Maria terpaksa putus sekolah saat duduk di kelas 2 SD.

Kekejaman yang dialaminya semakin memuncak saat usianya beranjak 14 tahun. Maria dipaksa berhubungan badan dengan sesama hamba laki-laki atas perintah majikannya. Meski sempat berontak dan mengancam akan mengakhiri hidup, tekanan dan ancaman pembunuhan membuat posisi Maria pasrah.

Akibat pemaksaan tersebut, Maria hamil dan melahirkan anak pertamanya pada usia 15 tahun. Namun, baru sembilan bulan menyusui, bayinya diambil paksa oleh kerabat majikan untuk kelak dijadikan budak. Kejadian serupa berulang pada kelahiran anak keduanya. Kedua anak laki-lakinya dipisahkan secara paksa demi melanggengkan ketersediaan tenaga hamba bagi keluarga bangsawan tersebut.

Tak tahan dengan ancaman pembunuhan dan penyiksaan bertubi-tubi, Maria akhirnya nekat melarikan diri pada akhir tahun 2025 hanya dengan berbekal pakaian di badan. Pria yang menjadi ayah kandung Maria, Mbadi Lindi Prang, menegaskan bahwa keluarganya bukanlah keturunan hamba dan murka atas perlakuan tidak manusiawi yang menimpa putrinya.

Kisah Marta: Bekerja Tanpa Upah, Dipukuli, dan Digunduli

Pengalaman kelam juga dialami Marta. Ia mulai tinggal di rumah bangsawan sejak kelas 5 SD mengikuti ibunya yang sudah lebih dulu bekerja di sana. Setelah lulus SD, Marta dilarang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan langsung dipekerjakan mengelola toko grosir milik majikannya dari pagi hingga malam.

Kekerasan fisik menjadi konsumsi harian Marta. Kesalahan kecil dalam pembukuan atau persediaan barang kerap dibalas dengan cambukan kabel listrik tebal. Puncak penganiayaan terjadi pada Desember 2025 ketika Marta dituduh mencuri uang dan puluhan tabung gas.

Di bawah tekanan dan ancaman, Marta dipukuli secara brutal dan rambut panjangnya dipotong paksa hingga gundul oleh majikannya. Tindakan intimidasi ini membikin trauma mendalam hingga Marta tak berani keluar rumah karena kehilangan rasa percaya diri.

Proses pembebasan Marta dan ibunya berlangsung dramatis pada tengah malam. Sejumlah aktivis pemuda dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Waingapu bersama kepolisian setempat mendatangi rumah majikan tersebut untuk mengevakuasi para korban dari jeratan penyiksaan.

Akar Budaya dan Ketimpangan Sosial di Sumba Timur

Antropolog Sumba, Norlina Rambu Jola Kalunga, menjelaskan bahwa sistem kasta di Sumba berkaitan erat dengan kepercayaan lokal Marapu. Golongan maramba memegang kontrol atas sumber daya ekonomi, politik, dan adat, sementara golongan ata kerap berada pada posisi yang sangat bergantung dan rentan dieksploitasi.

Menurut Norlina, perlakuan terhadap Maria dan Marta—yang dasarnya bukan berasal dari kasta hamba—merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan kemanusiaan. Pengambilalihan anak secara paksa dan pemaksaan hubungan seksual dilakukan demi menaikkan gengsi sosial bangsawan serta menjaga ketersediaan tenaga kerja gratis.

Di sisi lain, tokoh adat Sumba Timur, Umbu Remi, menyampaikan bahwa dalam tradisi asli, relasi antara bangsawan dan hamba sebetulnya saling menghormati dan memiliki keterikatan adat. Namun, ia menyayangkan adanya oknum yang menyalahgunakan kedudukan hingga melakukan tindakan kekerasan fisik.

Tantangan Penghapusan Praktik Perbudakan Modern

Upaya menghapuskan praktik perbudakan modern di Sumba Timur diakui tidak mudah. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB) Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Tamu Ama, mengakui fenomena ini sudah mengakar kuat dalam kebiasaan lokal dan melibatkan banyak pihak berpengaruh.

Kendati demikian, pihak dinas berjanji akan bertindak tegas terhadap setiap aduan kekerasan fisik maupun seksual tanpa memandang status sosial pelaku. Korban yang melapor akan langsung diamankan ke rumah perlindungan dan mendapatkan pendampingan hukum.

Komisioner Komnas Perempuan, Sondang Frishka Simanjuntak, mendesak pemerintah daerah untuk menghentikan sikap penangkalan (denial) dan mulai melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga yang terjebak dalam sistem penghambaan. Langkah konkret, pendataan, dan regulasi perlindungan hukum yang tegas sangat dibutuhkan agar para korban dapat terbebas dari belenggu perbudakan dan memperoleh kembali hak dasar mereka sebagai warga negara.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Rupiah Hari Ini Lanjutkan Tren Penguatan Hingga Akhir Oktober 2026

Rupiah Hari Ini Lanjutkan Tren Penguatan Hingga Akhir Oktober 2026

by Malang Today
October 30, 2026

Simak update nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 30 Oktober 2026 yang terus tancap gas menguat di...

Wall Street Anjlok Imbas Kekhawatiran Lonjakan Biaya Investasi Ai Alphabet

Wall Street Anjlok Imbas Kekhawatiran Lonjakan Biaya Investasi AI Alphabet

by Xinhua News
October 30, 2026

Saham AS terkoreksi tajam akibat anjloknya Alphabet yang kembali memicu kekhawatiran investor atas besarnya biaya investasi teknologi AI.

Skandal Sentimen Nasional Tiongkok Ancam Imperium Sponsor Kylian Mbappe

Skandal Sentimen Nasional Tiongkok Ancam Imperium Sponsor Kylian Mbappé

by Malang Today
October 30, 2026

Skandal Kylian Mbappé pemicu kemarahan publik Tiongkok hingga deretan sponsor besar negeri tirai bambu itu nekat memutus kontrak secara sepihak.

Perkuat Diplomasi Budaya Dubes Ri Jose Tavares Gelar Kongres Bahasa

Perkuat Diplomasi Budaya, Dubes RI Jose Tavares Gelar Kongres Bahasa Indonesia Pertama di Moskow

by Malang Today
October 30, 2026

Dubes RI untuk Rusia Jose Tavares resmi menggelar Kongres Bahasa Indonesia di Moskow guna memperkuat diplomasi budaya dan posisi bahasa...

Uniqlo Resmi Buka Gerai Perdana Di Mog Kota Malang

UNIQLO Resmi Buka Gerai Perdana di MOG Malang, Yakin Gak Mau Merapat? Siap-siap OOTD Kampus Naik Kelas!

by Malang Today
October 30, 2026

Momen yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh arek-arek Malang akhirnya terwujud. Mulai Jumat (30/10), ritual memesan baju lewat jasa titip (jastip)...

Inovasi 50 Tahun Pirola Passamanerie Pacu Ekspansi Tekstil Fashion Dan

Inovasi 50 Tahun Pirola Passamanerie Pacu Ekspansi Tekstil Fashion dan Beachwear Eropa

by Malang Today
October 30, 2026

Pirola Passamanerie rayakan 50 tahun eksistensinya sekaligus pacu ekspansi bisnis fashion dan pakaian renang di pasar Eropa.

Bahlil Tegaskan Pemotongan Pasokan Gas 8 Persen Ke Singapura Sesuai

Bahlil Tegaskan Pemotongan Pasokan Gas 8 Persen ke Singapura Sesuai Kontrak Kerja Sama

by Malang Today
October 30, 2026

Menteri Bahlil tegaskan pemangkasan pasokan gas 8 persen ke Singapura sesuai kontrak demi utamakan kebutuhan energi domestik Indonesia.

Laba Bersih Melesat 373 Persen Bisnis Bank Bjb Tumbuh Makin

Laba Bersih Melesat 37,3 Persen, Bisnis bank bjb Tumbuh Makin Prudent

by Malang Today
October 30, 2026

bank bjb sukses raih pertumbuhan laba bersih 37,3 persen YoY berkat penerapan strategi bisnis yang makin prudent dan berkelanjutan.

Ibcwe Desak Perusahaan Terapkan Kebijakan Kerja Ramah Keluarga Demi Produktivitas

IBCWE Desak Perusahaan Terapkan Kebijakan Kerja Ramah Keluarga demi Produktivitas Bisnis

by Malang Today
October 30, 2026

IBCWE mendorong penerapan kebijakan kerja ramah keluarga guna ciptakan lingkungan kerja inklusif dan tingkatkan produktivitas perusahaan.

Sensasi Tinggal Bersama Hantu Properti Murah Di Jepang Makin Diminati

Sensasi Tinggal Bersama Hantu, Properti Murah di Jepang Makin Diminati Pemburu Rumah

by BBC Indonesia
October 30, 2026

Rumah berhantu di Jepang kini diburu pembeli yang mencari properti murah. Simak alasan unik di balik tren hunian bersetan yang...

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

10806
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.