Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan cukup dalam pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini. Indeks saham domestik merosot hingga 1,11 persen atau terlempar 71,160 basis poin ke posisi 6.313,566. Gelombang aksi jual yang masif di hampir seluruh sektor menjadi pemicu utama merosotnya IHSG ke zona merah.
Sejak pembukaan perdagangan, pergerakan IHSG sejatinya berlangsung dinamis. Indeks sempat mengawali langkah di level 6.384 dan merangkak naik menyentuh titik tertingginya di level 6.423. Namun, tingginya tekanan jual perlahan menggerogoti ketahanan indeks hingga menyentuh titik terendah harian di level 6.277 sebelum akhirnya ditutup melemah di akhir sesi.
Dominasi Saham Melemah dan Deretan Emiten Teraktif
Dominasi sentimen negatif di pasar modal tercermin jelas dari sebaran pergerakan harga saham. Statistik perdagangan mencatat sebanyak 513 saham mengalami koreksi, sementara hanya 147 saham yang mampu menguat, dan sisanya bertahan stagnan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa mayoritas pelaku pasar cenderung memilih mengambil langkah pelepasan aset atau profit taking.
Kendati pasar berada dalam tekanan hebat, aktivitas transaksi di lantai bursa tetap berlangsung dinamis. Tiga emiten papan atas mencatatkan nilai transaksi terbesar sepanjang perdagangan sesi pertama, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Ketiganya menjadi pusat perhatian investor di tengah guncangan pasar.
Sektor Energi Memimpin Pelemahan Seluruh Sektoral
Tekanan jual melanda secara merata dan tanpa ampun merontokkan seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia. Sektor Energi (IDXENERGY) menjadi penyumbang koreksi terdalam setelah jatuh hingga 2,21 persen. Pelemahan ini disusul oleh Sektor Perindustrian (IDXINDUST) yang merosot 1,70 persen, serta Sektor Barang Baku (IDXBASIC) yang terkoreksi 1,19 persen.
Sektor-sektor strategis lainnya turut terseret ke zona merah. Sektor Properti & Real Estat (IDXPROPERT) melemah 1,35 persen, Sektor Barang Konsumen Primer (IDXNONCYC) tergerus 1,16 persen, dan Sektor Kesehatan (IDXHEALTH) terempas 0,95 persen. Pelemahan juga membayangi Sektor Infrastruktur (IDXINFRA) sebesar 0,88 persen, Sektor Keuangan (IDXFINANCE) 0,79 persen, Sektor Transportasi & Logistik (IDXTRANS) 0,77 persen, Sektor Teknologi (IDXTECHNO) 0,65 persen, serta Sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXCYCLIC) yang tergelincir 0,16 persen.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post