Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Billy Rock Merangkum Kontemplasi dan Pencarian Jati Diri Lewat EP State of Mind/Kabag Hukum Ditahan Kasus Dana Hibah, Pemkab Probolinggo Tegaskan Hormati Proses Hukum/Saham Intel Anjlok, Nilai Kepemilikan Pemerintah AS Lenyap Rp194 Triliun/Kinerja Keuangan Mentrong, Laba Bersih Barito Pacific (BRPT) Meroket hingga US$ 616 Juta/Perselisihan Mbappé dan China Berujung Permintaan Maaf yang Membingungkan Publik/Netanyahu dan Eisenkot Berebut Kursi PM Israel, Palestina Pesimis Masa Depan Perdamaian/Menjelang Usia Satu Abad Produsen Pita Mewah Achille Valera Lissoni Garap Pasar Busana Renang/Dugaan Pelanggaran Tenaga Kerja Lokal, Pemerintah Siap Periksa Pabrik BYD di Subang/Sinyal Tentukan Kedaulatan Energi, Langkah RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Dinilai Tepat/Suarakan Resah Generasi Sandwich, The Innocent Rilis Singel Penuh Empati Nanti Kau Kan Mengerti/Lewat Mango Carnival 2026, Probolinggo Makin Kukuhkan Diri Sebagai Kota Mangga/Satlyt Makin Dekat Realisasikan Satelit Sebagai Pusat Data Luar Angkasa/Eskalasi Konflik Laut China Selatan, Beijing Gelar Patroli Militer Siap Tempur/Viking Capai Benua Amerika 500 Tahun Sebelum Columbus/Tendang Drone Saat Siaran Langsung, Presenter TV Lukai Wajah Model/
Billy Rock Merangkum Kontemplasi dan Pencarian Jati Diri Lewat EP State of Mind/Kabag Hukum Ditahan Kasus Dana Hibah, Pemkab Probolinggo Tegaskan Hormati Proses Hukum/Saham Intel Anjlok, Nilai Kepemilikan Pemerintah AS Lenyap Rp194 Triliun/Kinerja Keuangan Mentrong, Laba Bersih Barito Pacific (BRPT) Meroket hingga US$ 616 Juta/Perselisihan Mbappé dan China Berujung Permintaan Maaf yang Membingungkan Publik/Netanyahu dan Eisenkot Berebut Kursi PM Israel, Palestina Pesimis Masa Depan Perdamaian/Menjelang Usia Satu Abad Produsen Pita Mewah Achille Valera Lissoni Garap Pasar Busana Renang/Dugaan Pelanggaran Tenaga Kerja Lokal, Pemerintah Siap Periksa Pabrik BYD di Subang/Sinyal Tentukan Kedaulatan Energi, Langkah RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Dinilai Tepat/Suarakan Resah Generasi Sandwich, The Innocent Rilis Singel Penuh Empati Nanti Kau Kan Mengerti/Lewat Mango Carnival 2026, Probolinggo Makin Kukuhkan Diri Sebagai Kota Mangga/Satlyt Makin Dekat Realisasikan Satelit Sebagai Pusat Data Luar Angkasa/Eskalasi Konflik Laut China Selatan, Beijing Gelar Patroli Militer Siap Tempur/Viking Capai Benua Amerika 500 Tahun Sebelum Columbus/Tendang Drone Saat Siaran Langsung, Presenter TV Lukai Wajah Model/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Dihantam Bencana Perubahan Iklim, Nepal Tuntut Ganti Rugi Jutaan Dolar ke PBB

by BBC Indonesia
September 19, 2026
Dihantam Bencana Perubahan Iklim Nepal Tuntut Ganti Rugi Jutaan Dolar

Dihantam Bencana Perubahan Iklim Nepal Tuntut Ganti Rugi Jutaan Dolar

MALANG TODAY – Pemerintah Nepal berencana mengajukan klaim dana bantuan iklim sebesar US$ 20 juta (sekitar Rp354 miliar) kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah ini diambil setelah hasil riset ilmiah terbaru menguatkan dugaan bahwa fenomena perubahan iklim menjadi pemicu utama bencana banjir bandang dan longsor dahsyat di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada akhir Agustus lalu.

Permohonan dana tersebut akan diajukan melalui Badan Dana Respons Kerugian dan Kerusakan (FRLD) PBB, sebuah lembaga yang dirancang khusus untuk membantu negara-negara berkembang dalam mengatasi dampak buruk krisis iklim. Temuan dari tim peneliti internasional menjadi bukti kunci bagi Nepal untuk menuntut keadilan iklim di tingkat global.

Dampak Bencana: Ribuan Korban Jiwa dan Kerusakan Masif

Bencana hidro-meteorologi yang menerjang kawasan Pegunungan Himalaya tersebut merusak permukiman warga, meluluhlantakkan desa-desa di wilayah perbatasan, serta menghancurkan berbagai infrastruktur vital. Berdasarkan data resmi pemerintah Nepal per 16 September, tercatat sekitar 1.400 orang meninggal dunia dan lebih dari 6.150 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Ahli klimatologi dari Imperial College London, Friederike Otto, menegaskan bahwa krisis iklim akibat aktivitas manusia memegang peranan krusial dalam bencana ini. “Sudah tidak diragukan lagi bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia berperan dalam menciptakan kondisi yang memicu bencana ini,” ujarnya.

Runtuhnya Es Langtang Lirung Setara Gempa Magnitudo 5,2

Laporan dari kelompok studi World Weather Attribution menjelaskan bahwa bencana ini diawali oleh peristiwa majemuk. Dinding batuan dan gletser di dekat puncak Gunung Langtang Lirung—salah satu puncak di pegunungan Himalaya wilayah Nepal—runtuh secara masif.

Volume material es dan batuan yang runtuh tersebut menghantam dasar lembah dengan dampak yang sangat dahsyat. Data dari United States Geological Survey (USGS) mencatat benturan material tersebut menghasilkan getaran seismik yang setara dengan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2.

Kombinasi Pemanasan Global dan Kerentanan Geologis

Para peneliti mengidentifikasi sejumlah faktor yang saling berkaitan hingga memicu longsoran besar tersebut:

  • Kenaikan Suhu Rata-rata: Pada Juli hingga Agustus, suhu udara di kawasan Himalaya tercatat lebih hangat 1,5 derajat Celsius akibat dampak pemanasan global.
  • Penyusutan Gletser: Lapisan es di wilayah tersebut mengalami penipisan sekitar 0,5 meter per tahun, yang memperlemah retakan pada struktur batuan gunung.
  • Pencairan Lapisan Tanah Beku: Suhu yang lebih hangat mencairkan permafrost (tanah beku permanen) yang selama ini berfungsi sebagai perekat alami batuan pegunungan.
  • Akumulasi Lelehan Salju: Curah salju yang sangat tinggi pada akhir tahun sebelumnya menghasilkan volume air lelehan yang masif pada musim panas.
  • Dampak Gempa Riwayat: Struktur batuan di kawasan tersebut diperkirakan telah mengalami keretakan awal akibat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang melanda Nepal pada 2015 silam.

Ahli hidrologi pegunungan dari Universitas Utrecht, Walter Immerzeel, menyebutkan bahwa wilayah pegunungan tinggi Nepal dan Tibet memang memiliki kerentanan geologis alami, namun fenomena krisis iklim mengakselerasi ketidakstabilan kawasan tersebut secara signifikan.

Nepal Suarakan Keadilan Iklim di Sidang Umum PBB

Pakar gletser dari Universitas Dundee, Simon Cook, menilai riset ini memberi bukti penting mengenai peningkatan risiko di kawasan pegunungan tinggi. Ia menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan di wilayah Himalaya guna membangun sistem peringatan dini yang lebih efektif di masa depan.

Atas bencana ini, Pemerintah Nepal mendesak komunitas global untuk mengambil tindakan yang lebih nyata dalam menekan emisi karbon. Nepal menyuarakan keprihatinan mendalam karena menjadi salah satu negara dengan tingkat emisi gas rumah kaca terendah di dunia, namun harus menanggung dampak kerusakan paling parah akibat perubahan iklim.

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, dijadwalkan hadir dan menyampaikan pidato dalam Sidang Umum PBB di New York pekan depan untuk memperjuangkan hak keadilan iklim dan menggalang dukungan internasional bagi pemulihan wilayahnya.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Kinerja Keuangan Mentrong Laba Bersih Barito Pacific Brpt Meroket Hingga

Kinerja Keuangan Mentrong, Laba Bersih Barito Pacific (BRPT) Meroket hingga US$ 616 Juta

by Malang Today
October 31, 2026

Pendapatan Barito Pacific BRPT melonjak tajam pada 2023, mendorong capaian laba bersih perusahaan hingga menembus angka US$ 616 juta.

Perselisihan Mbappe Dan China Berujung Permintaan Maaf Yang Membingungkan Publik

Perselisihan Mbappé dan China Berujung Permintaan Maaf yang Membingungkan Publik

by BBC Indonesia
October 31, 2026

Kylian Mbappe memicu kontroversi di China hingga harus minta maaf. Pelajari penyebab sebenarnya dan apa pesan asli yang ia sampaikan.

Netanyahu Dan Eisenkot Berebut Kursi Pm Israel Palestina Pesimis Masa

Netanyahu dan Eisenkot Berebut Kursi PM Israel, Palestina Pesimis Masa Depan Perdamaian

by Malang Today
October 31, 2026

Persaingan Netanyahu dan Eisenkot berebut posisi PM Israel memanas, namun Palestina tetap pesimistis akan adanya perubahan iklim politik.

Menjelang Usia Satu Abad Produsen Pita Mewah Achille Valera Lissoni

Menjelang Usia Satu Abad Produsen Pita Mewah Achille Valera Lissoni Garap Pasar Busana Renang

by Malang Today
October 31, 2026

Menjelang usianya yang ke-100, produsen pita legendaris Achille Valera Lissoni resmi debut merambah dunia fashion pakaian renang.

Dugaan Pelanggaran Tenaga Kerja Lokal Pemerintah Siap Periksa Pabrik Byd

Dugaan Pelanggaran Tenaga Kerja Lokal, Pemerintah Siap Periksa Pabrik BYD di Subang

by Malang Today
October 31, 2026

Pemerintah Indonesia berencana memeriksa pabrik BYD di Subang akibat dugaan penyimpangan komitmen perekrutan tenaga kerja lokal.

Sinyal Tentukan Kedaulatan Energi Langkah Ri Pangkas Ekspor Gas Ke

Sinyal Tentukan Kedaulatan Energi, Langkah RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Dinilai Tepat

by Malang Today
October 31, 2026

Keputusan Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura membuktikan keberanian pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Eskalasi Konflik Laut China Selatan Beijing Gelar Patroli Militer Siap

Eskalasi Konflik Laut China Selatan, Beijing Gelar Patroli Militer Siap Tempur

by Malang Today
October 31, 2026

China menggelar patroli siap tempur di Laut China Selatan saat tensi memanas untuk menegaskan klaim wilayah dan merespons latihan militer...

Viking Capai Benua Amerika 500 Tahun Sebelum Columbus

Viking Capai Benua Amerika 500 Tahun Sebelum Columbus

by BBC Indonesia
October 31, 2026

Buktinya terungkap! Bangsa Viking telah mendarat dan mendirikan pemukiman di benua Amerika 500 tahun lebih awal dari Christopher Columbus.

Tendang Drone Saat Siaran Langsung Presenter Tv Lukai Wajah Model

Tendang Drone Saat Siaran Langsung, Presenter TV Lukai Wajah Model

by Malang Today
October 31, 2026

Presenter TV menendang drone hingga mengenai wajah model saat live show. Simak kronologi insiden mengejutkan yang viral di media sosial...

Sepakat Bebaskan Tarif Bea Masuk Tiongkok Dan Swiss Resmi Tekan

Sepakat Bebaskan Tarif Bea Masuk, Tiongkok dan Swiss Resmi Tekan Perjanjian Dagang Bebas Komprehensif

by Malang Today
October 31, 2026

China dan Swiss sepakati perjanjian bebas bea cukai demi dorong perdagangan fesyen serta gaya hidup mewah tanpa tarif impor tinggi.

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 3588
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.