AMMAN — Raja Yordania, Abdullah II, memerintahkan aparat keamanan untuk bertindak tegas dan memburu seluruh pihak yang bertanggung jawab atas serangan bersenjata mematikan di sebuah gereja di Desa Hammoud, Provinsi Karak. Insiden berdarah yang terjadi saat upacara pemakaman tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai 40 lainnya.
Raja Abdullah II menegaskan tidak ada kelonggaran bagi siapapun yang mengancam nyawa warga Yordania. Ia menyebut aksi brutal tersebut sebagai tindakan teror memalukan yang bertentangan dengan nilai-nilai keharmonisan di negaranya.
“Keamanan dan keselamatan warga Yordania adalah garis merah. Tangan keadilan akan menjangkau setiap teroris,” tegas Raja Abdullah II saat memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional.
Masa Berkabung Nasional dan Perburuan Pelaku
Pemerintah Yordania menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari dengan mengibarkan bendera setengah tiang. Perdana Menteri Yordania, Jaafar Hassan, mengutuk keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai hasil dari ideologi ekstremisme yang merusak.
Hingga saat ini, aparat keamanan Yordania memperketat pengamanan dan mendirikan pos-pos pemeriksaan di jalur utama yang menghubungkan Provinsi Karak dengan ibu kota Amman. Petugas memeriksa ketat identitas para pengguna jalan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku yang melarikan diri menggunakan truk pikap.
Menteri Dalam Negeri Yordania, Mazen Al-Faraya, mengonfirmasi bahwa insiden ini merupakan operasi teror yang dilakukan oleh kelompok ekstremis. Sementara itu, Jaksa Agung di Amman, Hassan Al-Abdallat, telah mengeluarkan larangan publikasi informasi tidak resmi terkait penyelidikan guna mencegah penyebaran rumor dan ketakutan di masyarakat.
Kepanikan Mencekam di Dalam Gereja
Serangan yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut menyasar ratusan jemaat yang sedang menghadiri upacara pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani Santo George. Saksi mata mengungkapkan, rentetan tembakan senjata otomatis memicu kepanikan luar biasa di dalam bangunan gereja.
Sejumlah jemaat terpaksa menjatuhkan diri ke lantai dan bersembunyi di bawah bangku untuk menghindari terjangan peluru serta serpihan kaca yang pecah. Beberapa saksi mata menggambarkan situasi di lokasi kejadian sangat mengerikan dan menyerupai suasana peperangan.
Seluruh korban luka saat ini telah dilarikan ke Rumah Sakit Militer Pangeran Ali di Karak. Area sekitar rumah sakit mendapat pengamanan ketat dari aparat militer dan kepolisian di tengah suasana duka mendalam dari keluarga korban.
Kecaman Internasional dan Penegakan Persatuan Nasional
Serangan teror ini memicu gelombang kecaman internasional, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Pemerintah Lebanon, dan Pemerintah Yunani. Mereka menilai tindakan menyasar rumah ibadah dan acara pemakaman sebagai perbuatan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem menegaskan bahwa aksi teror ini tidak akan menggoyahkan persatuan antara umat Muslim dan Kristen di Yordania. Sebagai bentuk penghormatan bagi para korban, lonceng gereja di seluruh wilayah Yordania dan Palestina dibunyikan secara serentak.
Komunitas Kristen di Yordania mencakup sekitar dua hingga tiga persen dari total populasi negara tersebut, dengan konsentrasi signifikan di wilayah Karak. Meski Yordania dikenal relatif stabil, pemerintah berjanji akan menindak tegas segala bentuk ancaman yang mencoba merusak toleransi dan stabilitas negara.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post