BEKASI – Polda Metro Jaya resmi menetapkan masinis Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek berinisial AN (37) sebagai tersangka dalam insiden tabrakan maut dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam tersebut menelan 16 korban jiwa dan menyebabkan 107 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kelalaian Masinis dan Temuan Investigasi
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP I Dewa Putu Anom Danujaya, mengungkapkan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan alat bukti di lapangan. AN diduga lalai dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP) saat mengoperasikan kereta.
Berdasarkan keterangan ahli, masinis seharusnya mampu melakukan pengereman dalam jarak minimal 600 meter. Namun, AN dinilai ragu untuk mengerem lebih awal karena kekhawatiran kereta akan anjlok. Padahal, posisi KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur seharusnya sudah terlihat dari jarak satu kilometer.
Akibat kelalaian tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 323 dan/atau Pasal 324 dan/atau Pasal 474 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 198 dan/atau Pasal 206 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, dengan ancaman hukuman penjara antara 5 hingga 12 tahun.
Faktor Pemicu Kecelakaan
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam laporannya menyoroti serangkaian faktor yang berkontribusi terhadap tabrakan tersebut. Selain masalah koordinasi antarpengendali perjalanan dan kelemahan sistem persinyalan, KNKT mencatat adanya kendala komunikasi darurat yang tidak berjalan efektif.
Masinis KRL yang terlibat insiden sebelumnya tidak menggunakan tombol panggilan darurat, melainkan panggilan individual, sehingga situasi genting tidak segera dipahami oleh pengendali perjalanan. Selain itu, visibilitas sinyal di lapangan juga terganggu oleh cahaya lampu di sekitar rel dan kondisi kaca lokomotif yang tergores, yang membuat cahaya tampak berpendar di malam hari.
Kesaksian Penyintas dan Duka Keluarga
Kecelakaan ini meninggalkan trauma mendalam bagi para penumpang. Sausan Sarifah, salah satu penyintas, menceritakan detik-detik mencekam saat gerbong yang ditumpanginya tertabrak. “Kejadiannya sangat cepat. Saya pikir saya sudah tidak selamat karena posisi gerbong sangat pengap dan banyak penumpang terimpit,” ujarnya.
Di sisi lain, keluarga korban meninggal dunia kini diselimuti duka mendalam. Salah satu korban, Nuryati (63), meninggal dunia setelah terjebak di dalam gerbong khusus perempuan. Meski cucu dan anaknya berhasil menyelamatkan diri, nyawa Nuryati tidak tertolong akibat terjepit di dalam gerbong yang gelap dan minim oksigen.
Langkah Pemerintah dan Evaluasi Infrastruktur
Presiden Prabowo Subianto yang meninjau langsung lokasi dan menjenguk korban di RSUD Bekasi menyatakan belasungkawa yang mendalam. Pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perlintasan kereta api di seluruh Pulau Jawa.
Presiden menegaskan akan segera membangun fly over di titik-titik rawan, khususnya di Bekasi, guna meminimalisir risiko kecelakaan. Pemerintah telah menyiapkan anggaran hampir Rp4 triliun untuk peningkatan keselamatan transportasi publik dan modernisasi infrastruktur perkeretaapian nasional.
Wacana Perubahan Posisi Gerbong Khusus Perempuan
Merespons banyaknya korban dari kalangan perempuan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengusulkan agar posisi gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian kereta. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aspek keselamatan, mengingat dalam insiden di Bekasi Timur, seluruh korban meninggal berada di gerbong ujung yang menjadi sasaran utama tabrakan dari belakang.
Usulan ini kini menjadi bahan diskusi bagi pihak operator kereta api sebagai bagian dari evaluasi sistem keselamatan transportasi publik ke depan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post