KABUPATEN MALANG – Kepolisian Resor (Polres) Malang mengambil langkah strategis guna menekan angka fatalitas kecelakaan dan mengurai simpul kemacetan di wilayah Kabupaten Malang. Menggandeng pilar-pilar penggerak jalanan, kepolisian menggelar apel sinergi bersama relawan ambulans, Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas), hingga para pengemudi ojek online (ojol) di halaman Mapolres Malang.
Langkah kolaboratif ini menjadi ikhtiar bersama dalam memperkuat budaya keselamatan berkendara di kawasan Malang Raya yang memiliki mobilitas tinggi dan dinamika lalu lintas padat.
Membangun Agen Perubahan di Jalanan Malang Raya
Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata. Kehadiran komunitas sukarelawan dan pengemudi daring dinilai memiliki posisi vital sebagai garda terdepan pelopor tertib lalu lintas.
“Hari ini merupakan wujud nyata sinergi antara kepolisian dan elemen masyarakat. Ke depan, ada agenda-agenda besar yang membutuhkan kesiapan kita bersama. Kami mengajak rekan-rekan relawan ambulans, Supeltas, dan ojol untuk menjadi pelopor sekaligus agen edukasi bagi pengguna jalan lainnya,” tegas Rulian.
Rulian juga menyoroti aspek psikologis dan kebiasaan berkendara yang kerap memicu insiden di jalan, terutama pada jam-jam rawan saat mobilitas pekerja sedang memuncak.
“Mari kita mulai dari hal paling mendasar: pakai helm standar, taati rambu, dan hilangkan arogansi di jalan. Terlebih saat jam pulang kerja ketika tubuh lelah dan emosi mudah tersulut. Ingat, ada keluarga yang menanti kepulangan kita dengan selamat di rumah,” imbuhnya.
Dukungan Sarana Operasional dan Perlindungan Diri
Sebagai wujud apresiasi atas kontribusi para sukarelawan dalam membantu tugas-tugas kepolisian di lapangan, jajaran Satlantas Polres Malang turut menyalurkan dukungan sarana operasional secara langsung.
Kasat Lantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, merinci bahwa bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan tugas masing-masing elemen di lapangan, mulai dari seragam, jaket, hingga perlengkapan medis (medical kit) untuk relawan ambulans. Sementara para anggota Supeltas dibekali rompi keselamatan dan kaos tugas.
“Pemberian perlengkapan keselamatan ini ditujukan untuk menunjang keamanan diri mereka sendiri sekaligus memacu semangat dalam mengurai titik-titik kepadatan arus kendaraan di wilayah Kabupaten Malang,” jelas Chelvin.
Pelatihan P3K hingga Pemantapan Tata Kelola Lalu Lintas
Tidak hanya seremonial apel, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan agenda pembekalan keterampilan teknis terpadu. Puluhan pengemudi ojol dan relawan ambulans mendapatkan pelatihan teknis Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang dipandu langsung oleh tim medis gabungan dari Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Hermina.
Pelatihan medis darurat ini ditujukan agar para pengemudi ojol dan relawan mampu memberikan respon pertama yang tepat dan aman ketika menjumpai insiden kecelakaan di jalan raya sebelum bantuan medis lanjutan tiba.
Di sisi lain, anggota Supeltas menerima materi penyegaran (refreshment) mengenai teknik dasar pengaturan arus, isyarat tangan lalu lintas, dan mitigasi kemacetan di persimpangan rawan krodit. Lewat pembekalan ini, koordinasi penanganan lalu lintas di berbagai simpul jalan Kabupaten Malang diharapkan berjalan semakin efektif, aman, dan berkeselamatan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post