Menagih Kepastian Proyek Hunian Berkonsep Syariah
Puluhan konsumen proyek perumahan Alfarez Residence 5 dan Tahfidz Land menyuarakan keresahan mendalam terkait ketidakpastian pembangunan hunian yang telah mereka beli. Meski telah menanti selama bertahun-tahun, lokasi yang dijanjikan sebagai kawasan pemukiman tersebut hingga kini dilaporkan masih berupa lahan kosong tanpa adanya aktivitas konstruksi yang jelas.
Para pembeli kini menuntut tanggung jawab penuh dan kepastian konkret dari pihak pengembang. Salah satu perwakilan konsumen, Anggara, menegaskan bahwa para pembeli membutuhkan langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan ini, bukan sekadar janji manis yang tak kunjung terealisasi.
“Kami ingin penyelesaian. Setelah bertahun-tahun menunggu, konsumen membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji,” tegas Anggara pada Minggu (20/9/2026).
Akses Komunikasi Terputus dan Janji Transparansi
Keresahan para konsumen kian memuncak setelah saluran komunikasi resmi yang sebelumnya disediakan oleh pihak pengembang dilaporkan mendadak tidak dapat diakses. Kondisi ini membuat para pembeli kesulitan mendapatkan informasi tepercaya mengenai ikhtisar perkembangan proyek maupun kendala yang sedang dihadapi di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari perwakilan pembeli, sosok Ilham Sunaryanto disebut-sebut sebagai pihak yang sejauh ini masih menjalin komunikasi terbatas dengan konsumen. Nama tersebut dikaitkan dengan jajaran kepemimpinan perusahaan yang mengelola proyek Alfarez Residence 5 dan Tahfidz Land.
Para konsumen juga menyoroti konsep syariah yang ditawarkan sejak awal pemasaran. Mereka mendesak agar nilai-nilai dasar dalam bertransaksi secara syariah—seperti integritas, keterbukaan, kejujuran, serta tanggung jawab profesional—benar-benar diterapkan dalam menyelesaikan krisis ini.
Opsi Refund dan Ruang Musyawarah
Apabila pembangunan fisik proyek hunian tersebut tidak lagi dapat dilanjutkan sesuai rencana semula, para konsumen mendesak pengembang segera membuka ruang diskusi resmi. Pembahasan diarahkan pada pemenuhan hak-hak pembeli, termasuk skema pengembalian dana penuh (refund) yang sesuai dengan dokumen perjanjian kerja sama serta regulasi hukum yang berlaku.
Konsumen lainnya, Bayu, menyatakan bahwa pihak pembeli masih membuka pintu musyawarah secara kekeluargaan. Namun, mereka menuntut transparansi data serta tenggat waktu (timeline) penyelesaian masalah yang jelas dan terukur.
“Kami menunggu langkah nyata dan solusi,” ujar Bayu.
Hingga tulisan ini dipublikasikan, pihak pengembang maupun jajaran manajemen Alfarez Residence 5 belum memberikan tanggapan, klarifikasi, atau pernyataan resmi mengenai kejelasan status proyek dan keluhan yang disampaikan oleh para konsumennya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post