MALANG TODAY – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengintensifkan upaya pelindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu serangan rudal dan drone ke sejumlah titik wilayah Arab Saudi.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah terus memantau situasi keamanan secara intensif demi memastikan keselamatan seluruh WNI.
“Kedua Perwakilan RI terus melakukan pemantauan dan menjalin komunikasi dengan komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing guna memastikan keselamatan dan keamanan WNI,” ujar Heni.
Tidak Ada Korban WNI dan Penerbangan Masih Terkendali
Berdasarkan laporan terkini dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban langsung dari potensi bahaya serangan tersebut.
Terkait kondisi penerbangan, KJRI Jeddah melaporkan bahwa operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz masih tergolong stabil. Lebih dari 93 persen penerbangan terjadwal tetap beroperasi secara normal. Kendati demikian, Kemlu RI mengingatkan bahwa dinamika keamanan yang cepat berubah tetap berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan di beberapa wilayah Arab Saudi.
Imbauan Kewaspadaan untuk WNI
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, KBRI Riyadh telah mengeluarkan imbauan resmi terkait situasi keamanan. Para WNI di Arab Saudi diminta untuk tetap berada di lokasi yang aman dan mematuhi instruksi keselamatan dari otoritas setempat.
“KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial,” tulis pihak KBRI dalam keterangan resminya.
Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Ketegangan di kawasan ini memuncak akibat meningkatnya intensitas pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi, terutama di sekitar wilayah strategis Selat Bab Al-Mandab.
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi mengonfirmasi bahwa serangan drone dan rudal baru-baru ini sempat menargetkan dua lokasi vital, yakni Bandara Internasional Abha di wilayah barat daya dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Kemlu RI menegaskan akan terus berkoordinasi dengan otoritas lokal dan menyiapkan langkah mitigasi lanjutan demi menjamin keselamatan seluruh WNI di Arab Saudi.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post