MALANG TODAY – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi adanya peningkatan aktivitas virus influenza A di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan hasil surveilans hingga pekan ke-38 tahun 2026, kondisi penyebaran virus ini masih berada pada kategori sedang atau medium, sehingga belum masuk dalam fase yang mengkhawatirkan.
Meski demikian, sejumlah ahli menilai respons pemerintah masih terlampau santai. Berbeda dengan masa pandemi Covid-19, kali ini belum ada peringatan masif atau panduan protokol kesehatan yang jelas bagi masyarakat untuk mencegah penularan, padahal virus influenza A tetap menyimpan risiko fatal bagi kelompok rentan.
Gejala Berat yang Dirasakan Pasien
Serangan influenza A dilaporkan memicu gejala fisik yang jauh lebih berat dibandingkan flu biasa. Pengalaman ini dirasakan oleh Beni Permana, seorang warga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Beni terjangkit virus ini setelah tertular dari anak dan istrinya.
“Awalnya anak saya yang flu, mungkin tertular di sekolah. Besoknya istri saya kena, baru kemudian saya menyusul. Gejalanya luar biasa, sakit kepala hebat sampai terasa oleng dan semua persendian terasa sangat pegal,” ujar Beni.
Beni menceritakan bahwa istrinya harus mendapatkan istirahat total selama tiga hari setelah didiagnosis oleh dokter. Sementara itu, penularan di lingkungan kerja Beni juga terbilang sangat cepat. Wahyu, rekan kerja Beni, tertular hanya dalam waktu empat hari setelah melakukan kontak fisik.
“Malam hari langsung terasa tenggorokan panas dan kepala pusing. Besoknya langsung demam, flu, batuk, dan semua sendi terasa pegal hingga saya hanya bisa terbaring selama empat hari,” ungkap Wahyu.
Kondisi serupa dialami oleh Nia Kurniati di Bandung, Jawa Barat. Nia sekeluarga terjangkit influenza A secara bergiliran dengan gejala meriang, nyeri sendi, mual, hingga batuk berkepanjangan yang terasa menekan di dada.
Data Kasus di Sejumlah Daerah
Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat adanya kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dikategorikan sebagai influenza. Pada minggu ke-36 tahun 2026, tercatat ada 2.244 kasus, yang kemudian melonjak menjadi 2.639 kasus pada minggu berikutnya.
Di Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung juga melaporkan adanya kenaikan kasus Influenza Like Illness (ILI). Dari hasil pemeriksaan sentinel di Puskesmas Padasuka, ditemukan setidaknya 40 kasus spesifik influenza A. Pemerintah daerah setempat menyatakan angka ini belum masuk dalam kategori darurat atau Kejadian Luar Biasa (KLB), namun masyarakat diminta tetap waspada.
Mengenal Influenza A dan Pola Musimannya
Influenza A merupakan virus menular yang menyerang saluran pernapasan manusia. Virus ini dikenal sangat mudah bermutasi dan kerap memicu gelombang penyakit musiman. Di Indonesia, subtipe yang paling mendominasi saat ini adalah H1N1 PDM09, bukan subtipe H3N2 subclade K yang sempat ramai dijuluki sebagai ‘super flu’.
Epidemiolog Masdalina Pane menjelaskan bahwa lonjakan kasus influenza A ini sangat dipengaruhi oleh faktor musiman. Sebagai negara tropis, Indonesia kerap mengalami kenaikan kasus flu pada periode September hingga Februari, yang dipicu oleh perubahan suhu dan kelembaban udara.
“Peningkatan kasus ini sebenarnya adalah pola tahunan yang berulang. Masalahnya adalah bagaimana langkah antisipasi dari pemerintah. Upaya pencegahan sejak jauh-jauh hari dirasa masih sangat kurang,” kata Masdalina.
Selain faktor cuaca, penurunan imunitas tubuh secara berkala dan tingginya mobilitas masyarakat tanpa protokol kesehatan juga mempercepat laju penularan di ruang publik.
Risiko Fatalitas dan Pentingnya Vaksinasi Mandiri
Meskipun sebagian besar pasien bisa sembuh dengan perawatan mandiri dan istirahat yang cukup, influenza A tetap memiliki risiko kematian (case fatality rate), terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan penderita penyakit penyerta (komorbid).
Hingga saat ini, vaksin influenza belum masuk ke dalam program imunisasi gratis dari pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, otoritas kesehatan sangat menyarankan masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk melakukan vaksinasi influenza secara mandiri di fasilitas kesehatan terdekat.
Kapan Harus Merujuk Pasien ke Rumah Sakit?
Masyarakat diimbau untuk mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan pada pasien influenza A agar bisa segera mendapatkan penanganan medis di instalasi gawat darurat (IGD). Beberapa gejala yang wajib diwaspadai antara lain:
- Demam tinggi yang mencapai 40 derajat Celcius atau demam disertai kejang pada anak-anak.
- Sesak napas berat hingga muncul warna kebiruan di sekitar bibir dan ujung jari.
- Kondisi tubuh sangat lemas hingga tidak mampu melakukan aktivitas dasar.
- Tanda-tanda dehidrasi berat akibat mual dan muntah terus-menerus.
Pemerintah diharapkan segera memberikan edukasi yang lebih masif, praktis, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas guna menekan laju penularan di lingkungan keluarga maupun sekolah.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post