Konektivitas Baru Tiongkok dan Korea Utara
Jembatan baru yang menyeberangi Sungai Yalu resmi dibuka untuk lalu lintas umum pada Kamis (15/10). Pembukaan jalur arteri lintas perbatasan yang menghubungkan Tiongkok dan Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) atau Korea Utara ini ditandai dengan upacara bersama yang digelar oleh kedua belah pihak.
Infrastruktur berupa jembatan kabel pancang ini menjadi penghubung transportasi krusial antara Kota Dandong di Provinsi Liaoning, Tiongkok timur laut, dengan Kota Sinuiju di Provinsi Pyongan Utara, Korea Utara.
Spesifikasi Teknik dan Kapasitas Jembatan
Jembatan berpilon ganda dengan bidang kabel ganda ini dirancang modern untuk menampung volume kendaraan yang lebih besar. Jalur perbatasan ini memiliki dek selebar 28,5 meter yang terbagi menjadi empat lajur untuk lalu lintas dua arah. Selain akses darat, ruang bebas navigasi air di bawah jembatan juga telah disesuaikan agar dapat dilalui oleh kapal kargo hingga kapasitas kelas 3.000 ton.
Dorong Perdagangan dan Hubungan Bilateral
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menyatakan bahwa pengoperasian jembatan ini akan memperlancar arus barang maupun interaksi antarwarga dari kedua negara. Tiongkok dan Korea Utara merupakan tetangga dekat yang terhubung secara geografis, sehingga keberadaan jembatan baru ini menjadi fasilitas vital untuk meningkatkan konektivitas wilayah perbatasan.
Kota Dandong sendiri memegang peranan strategis sebagai titik pos lintas batas perdagangan terbesar antara Tiongkok dan Korea Utara.
Modernisasi Jalur Perbatasan Lama
Sebelum jembatan jalan raya baru ini beroperasi, mobilitas kedua negara mengandalkan Jembatan Sungai Yalu kuno atau yang dikenal sebagai Jembatan Persahabatan Tiongkok-RRDK. Jembatan lama yang menggabungkan jalur jalan raya dan kereta api tersebut memiliki keterbatasan kapasitas, karena hanya bisa dilalui truk dengan bobot maksimal 20 ton dan mengoperasikan sistem lalu lintas satu arah.
Proyek pembangunan jembatan baru di bagian hilir ini merupakan wujud kesepakatan bilateral yang telah dirancang oleh pemerintah Tiongkok dan Korea Utara sejak tahun 2010 guna memperbarui infrastruktur logistik kawasan tersebut.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post