MALANG TODAY – Hubungan konektivitas dan jalur logistik antara China dan Korea Utara memasuki babak baru. Jembatan modern yang membentang di atas Sungai Yalu, sungai yang menjadi batas wilayah kedua negara, secara resmi mulai dioperasikan untuk lalu lintas umum. Peresmian infrastruktur vital ini ditandai dengan upacara pembukaan bersama yang dihadiri oleh perwakilan kedua negara di lokasi jalur lintas perbatasan tersebut.
Penghubung Dua Kota Perbatasan
Jembatan baru ini dirancang untuk menjadi penghubung utama transportasi darat antara Kota Dandong di Provinsi Liaoning, China timur laut, dengan Kota Sinuiju yang berada di Provinsi Pyongan Utara, Korea Utara. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar arus distribusi barang serta memperkuat jalur perdagangan lintas batas negara.
Sejumlah kendaraan komersial, seperti truk pengangkut logistik, sudah mulai melintasi jalur tersebut sesaat setelah peresmian digelar. Pergerakan armada ini menandai dimulainya aktivitas ekonomi yang lebih dinamis di kawasan perbatasan Sungai Yalu.
Spesifikasi Infrastruktur Modern
Infrastruktur melintasi sungai ini dibangun dengan desain jembatan kabel pancang (cable-stayed) yang megah. Struktur ini dilengkapi pilon ganda dan sistem bidang kabel ganda untuk menjamin kekuatan serta kestabilan konstruksi.
Jembatan ini memiliki lebar dek mencapai 28,5 meter dan dirancang memiliki empat lajur kendaraan untuk melayani arus lalu lintas dua arah. Selain memfasilitasi jalur darat, aspek navigasi perairan juga menjadi perhatian utama. Bagian bawah jembatan dirancang memiliki ruang bebas yang memadai, sehingga memungkinkan kapal-kapal kargo perairan dengan kapasitas hingga kelas 3.000 ton untuk melintas di bawahnya tanpa hambatan.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post