Sinyal Positif Kinerja Keuangan, Bos BRMS Agus Projosasmito Borong Jutaan Saham
Taipan terkemuka Indonesia, Agus Projosasmito, kembali memperkuat kepemilikannya di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan membeli 5,5 juta lembar saham. Aksi korporasi ini dilakukan menjelang rilis laporan keuangan dan pencapaian produksi kuartal ketiga yang dijadwalkan meluncur pekan depan, sekaligus menegaskan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis tambang emas tersebut.
Agus, yang menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) BRMS, mengeksekusi pembelian tersebut pada Kamis lalu. Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, transaksi terbagi dalam dua tahap, yakni 2,2 juta saham pada harga Rp 446 per lembar dan 3,3 juta saham pada harga Rp 448 per lembar. Total nilai transaksi penguatan porsi saham ini mencapai sekitar Rp 2,46 miliar.
Langkah sang CEO memperpanjang tren akumulasi saham oleh jajaran eksekutif BRMS. Dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, enam dari delapan jajaran direksi perusahaan tercatat telah mengumpulkan hampir 13 juta lembar saham BRMS. Aksi borong saham secara konsisten ini mencerminkan keyakinan internal yang kuat terhadap nilai fundamental dan arah strategis perseroan ke depan.
Berdasarkan data real-time Forbes, Agus Projosasmito saat ini menempati posisi ke-22 dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan estimasi kekayaan bersih mencapai USD 2,5 miliar atau setara dengan Rp 45 triliun.
Optimalisasi Tambang Palu Dorong Prospek Laba Kuartal III
Aksi pemborongan saham ini bertepatan dengan momentum krusial BRMS yang bersiap mengumumkan kinerja keuangan dan operasional untuk periode Juli–September. Manajemen mengindikasikan bahwa volume produksi emas dan pendapatan pada kuartal ketiga ini diperkirakan melonjak signifikan dibandingkan kuartal kedua. BRMS juga menargetkan untuk kembali membukukan laba bersih setelah sempat mencatatkan kerugian pada periode sebelumnya.
Proyeksi pemulihan kinerja ini didorong oleh tuntasnya pengerjaan pengupasan tanah penutup (pushback) di tambang emas terbuka (open-pit) milik perseroan di Palu, Sulawesi Tengah, pada akhir Juli lalu. Selesainya proyek teknis ini memungkinkan BRMS mengekstraksi bijih emas dengan kadar yang jauh lebih tinggi (higher-grade ore), sehingga menghasilkan konsentrasi emas yang lebih besar per ton batuan.
Ekspansi Kapasitas Tambang Bawah Tanah dan Pabrik Pengolahan
Tidak hanya mengandalkan tambang terbuka, BRMS juga tengah menggenjot pengembangan proyek tambang emas bawah tanah (underground gold mine) di Palu. Dari fasilitas ini, perseroan membidik ekstraksi bijih emas dengan kadar tinggi melebihi 3,2 gram emas per ton, yang dijadwalkan mulai berproduksi aktif pada pertengahan tahun 2027.
Guna menampung lonjakan produksi bijih emas tersebut, perusahaan telah menyiapkan rencana ekspansi kapasitas pengolahan pada salah satu pabrik emasnya. Kapasitas pemrosesan akan ditingkatkan secara signifikan, dari yang semula 500 ton bijih per hari menjadi 2.000 ton bijih per hari. Fasilitas yang telah ditingkatkan ini ditargetkan beroperasi penuh pada awal 2027.
Manajemen BRMS optimistis bahwa kombinasi antara akses ke bijih ber kadar tinggi dan peningkatan kapasitas pengolahan pabrik akan menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan kinerja keuangan serta volume produksi emas perseroan secara berkelanjutan, mulai dari paruh kedua 2026 hingga melaju pesat pada 2027 dan 2028.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post