MALANG TODAY – Pemerintah Inggris mengumumkan komitmen bantuan dana sebesar 17 juta poundsterling atau setara dengan Rp350 miliar (sekitar 22,45 juta dolar AS) untuk mendanai perbaikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl di Ukraina utara.
Langkah ini diambil setelah fasilitas nuklir bersejarah tersebut mengalami kerusakan signifikan akibat serangan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh militer Rusia pada tahun lalu.
Fokus Perbaikan Selubung Pelindung dan Sistem Vital
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa alokasi dana bantuan tersebut akan difokuskan untuk membiayai perbaikan-perbaikan krusial. Prioritas utama pekerjaan perbaikan meliputi pemulihan fungsi pengungkungan (containment) dan sistem ventilasi struktur bangunan yang vital.
Upaya pemulihan ini sangat penting untuk memastikan keselamatan lingkungan serta menjaga masa pakai struktur pelindung PLTN Chernobyl sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya.
Ancaman Radiasi Pascaserangan
Seperti diketahui, serangan drone Rusia pada tahun lalu telah merusak selubung pelindung utama di kompleks PLTN Chernobyl. Struktur pelindung ini sangat krusial karena dirancang untuk mencegah kebocoran material radioaktif ke udara bebas.
PLTN Chernobyl sendiri merupakan lokasi bencana nuklir terburuk dalam sejarah peradaban dunia yang terjadi pada tahun 1986. Hingga saat ini, area tersebut memerlukan perawatan dan pengawasan tingkat tinggi guna mengantisipasi potensi bahaya radiasi yang dapat mengancam kawasan Eropa dan sekitarnya.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post