JAKARTA — Indonesia resmi menjadi tuan rumah gelaran Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7. Forum kerja sama perpajakan internasional yang diampu oleh Direktorat Jenderal Pajak Indonesia ini dibuka resmi di Jakarta dengan menghadirkan ratusan delegasi global untuk memperkuat sinergi tata kelola perpajakan antarnegara anggota Belt and Road Initiative (BRI).
Mengusung tema “Smart Taxation, Shared Prosperity”, forum ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta. Mereka terdiri dari pimpinan otoritas perpajakan dari hampir 40 negara dan wilayah, perwakilan dari delapan organisasi internasional, serta pimpinan perusahaan multinasional dari berbagai negara.
Fokus Digitalisasi dan Peningkatan Layanan Wajib Pajak
Selama tiga hari penyelenggaraan, para delegasi dijadwalkan membahas sejumlah isu strategis. Fokus utama diskusi mencakup percepatan digitalisasi administrasi perpajakan, peningkatan kualitas layanan bagi wajib pajak, serta penguatan kapasitas otoritas pajak melalui kerja sama lintas negara. Forum ini juga memfasilitasi dialog langsung antara regulator dan pelaku usaha untuk merumuskan kemudahan pemenuhan kewajiban perpajakan.
Dalam pertemuan ini, BRITACOF meluncurkan sejumlah instrumen kerja penting, seperti Tax Administration Product Portfolio (TAPP) 2.0 dan Taxpayer Service Product Portfolio (TSPP) 2.0. Selain itu, diluncurkan pula kompilasi panduan layanan perpajakan 2026 serta pembaruan materi pelatihan bagi anggota Belt and Road Initiative Tax Administration Capacity Enhancement Group.
Dorong Kepastian Hukum dan Iklim Investasi Global
Peluncuran berbagai produk panduan tersebut merangkum praktik-praktik terbaik (best practices) dan studi kasus perpajakan internasional. Langkah ini bertujuan membantu negara-negara anggota dalam menyelaraskan aturan administrasi perpajakan serta memperkuat pengakuan timbal balik (mutual recognition) terhadap standar perpajakan yang berlaku.
Melalui penerapan standar yang terintegrasi, forum ini diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi para investor serta pelaku usaha multinasional di wilayah Belt and Road.
Rekam Jejak Perkembangan BRITACOM
Wadah kerja sama ini bernaung di bawah Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Mechanism (BRITACOM) yang didirikan pada April 2019. Hingga saat ini, BRITACOM telah berkembang pesat dengan memiliki 38 negara anggota dan 30 organisasi pengamat, menjadikannya salah satu platform multilateral paling berpengaruh dalam bidang perpajakan global.
Sejak pertama kali dibentuk, BRITACOM konsisten mendorong kemajuan nyata dalam mempercepat transformasi digital administrasi pajak, meningkatkan kepastian aturan perpajakan, serta memperkuat kapasitas SDM otoritas pajak di berbagai negara. Sebelum digelar di Jakarta, enam forum BRITACOF terdahulu sukses dilaksanakan di Tiongkok, Kazakhstan (secara daring), Aljazair, Georgia, Hong Kong, dan Nepal.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post