Seorang perempuan lansia berumur 99 tahun, Helga Duffy, mengukir sejarah baru setelah resmi dianugerahi rekor Guinness World Records sebagai wing walker tertua di dunia. Aksi ekstrem berjalan dan berdiri di atas sayap pesawat yang sedang mengangkasa tersebut diselesaikan Duffy dengan luar biasa di Lapangan Udara RFC Rendcomb, Cirencester, Inggris.
Tanpa rasa gentar, tubuh Duffy diamankan dengan tali pengikat khusus di atas pesawat berukuran kecil sebelum mengudara. Motivasi besarnya melakukan aksi berisiko tinggi ini lahir setelah ia membaca artikel berita tentang rekor serupa yang dipecahkan oleh lansia lainnya.
Sensasi Menantang dan Penghormatan bagi Sang Ayah
Usai mendaratkan kakinya kembali di daratan, Duffy membagikan pengalamannya yang tak terlupakan saat berada di udara. Ia mengaku rasa penasaran yang meluap mengalahkan semua ketakutannya.
“Sensasinya terasa agak aneh. Namun, saya sama sekali tidak merasa takut karena rasa penasaran dan antusiasme saya jauh lebih besar,” ungkap Helga Duffy mantap seusai melakukan pendaratan.
Penghuni panti jompo Devizes di Wiltshire ini mengungkapkan bahwa penampilannya bukan sekadar mengejar adrenalin atau popularitas. Sebagai anak tertua dari tujuh bersaudara, Duffy mendedikasikan pencapaian ekstremnya untuk mengenang sosok almarhum ayahnya yang selalu menanamkan nilai kerja keras.
“Ayah selalu menuntut kami memberikan yang terbaik. Saya pun selalu berusaha. Saya rasa jika beliau menyaksikan dari atas sana, beliau akan sangat bangga pada anak pertamanya ini,” ujar Duffy penuh haru.
Aksi Kemanusiaan dan Pembuktian Ketangguhan
Selain mengukir rekor pribadi, keberanian Duffy membawa misi kemanusiaan yang berharga. Melalui aksi wing walk tersebut, ia berhasil menggalang dana lebih dari 1.300 poundsterling (sekitar Rp 31 juta) yang dialokasikan seluruhnya untuk mendukung operasional lembaga medis darurat Wiltshire and Bath Air Ambulance.
Keberhasilan ini disambut haru dan bangga oleh pihak keluarga yang menyaksikan langsung dari darat, termasuk dua keponakannya, Jackie Rose dan Julie Preece.
“Dia sudah lama ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Dia hanya ingin membuktikan bahwa di usia 99 tahun, ia tetap sosok wanita tangguh seperti tahun-tahun lalu,” kata Rose.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh perwakilan yayasan ambulans udara, Sam Conway. Ia menilai semangat Duffy menjadi inspirasi nyata bagi publik luas. “Dia adalah seorang legenda. Dia benar-benar menikmati momen terbaik dalam hidupnya,” tutur Conway.
Inspirasi Rekor dan Persaingan Sehat Para Lansia
Sebelum Duffy mencatatkan namanya di buku rekor dunia, predikat wing walker tertua dipegang oleh Betty Bromage pada usia 97 tahun. Bromage merupakan sosok yang menginspirasi Duffy untuk menguji keberaniannya di atas sayap pesawat.
Menanggapi rekornya yang tergeser, Bromage menyampaikan ucapan selamat hangat seraya melontarkan gurauan penuh semangat persaingan.
“Saya menikmati aksi wing walk walau awalnya ada rasa cemas dan takut. Namun, tunggu sampai usia saya 100 tahun nanti, saya akan melakukannya lagi dan merebut rekor itu kembali!” kelakar Bromage.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post