Pasar modal Indonesia kembali diwarnai aksi lepas saham oleh investor asing pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (23/10/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai jual bersih atau net sell investor asing mencapai Rp 744,4 miliar. Tekanan jual tersebut berpusat pada tiga saham perbankan berkapitalisasi pasar besar (big caps), yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
BBCA Pimpin Pelepasan Saham Perbankan
Saham emiten perbankan swasta terbesar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menjadi sasaran utama aksi pelepasan portofolio oleh investor asing. Pada sesi pertama perdagangan, asing membukukan nilai net sell sebesar Rp 251,9 miliar dengan total volume mencapai 49 juta saham.
Aksi jual di pasar reguler ini turut menekan pergerakan harga saham BBCA yang terkoreksi 0,97% ke level Rp 5.125 per saham. Penurunan ini memperpanjang tren negatif BBCA yang dalam sebulan terakhir telah melorot 17,3%, serta mencatatkan penurunan signifikan sebesar 36,5% secara tahunan (year to date/ytd). Data BEI menunjukkan total nilai transaksi saham BBCA mencapai Rp 1,232 triliun dari 239,8 juta saham yang diperdagangkan dalam 34,64 ribu kali frekuensi.
Saham BBRI dan BMRI Menguat di Tengah Tekanan Net Sell
Kondisi berbeda terlihat pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Meskipun sama-sama diliputi aksi jual bersih oleh pemodal asing, harga kedua saham perbankan pelat merah tersebut justru mampu bertahan di zona hijau.
Investor asing mencatatkan net sell pada saham BBRI senilai Rp 243,2 miliar dengan volume 84 juta saham. Namun, harga saham BBRI bergerak menguat tipis 0,34% ke posisi Rp 2.910. Secara akumulasi, performa saham BBRI masih tertekan 8,4% dalam sebulan terakhir dan melemah 20,4% sepanjang tahun berjalan (ytd). Transaksi BBRI pada sesi I mencatatkan nilai sebesar Rp 490 miliar yang melibatkan 169,3 juta saham dengan frekuensi 26,84 ribu kali.
Sementara itu, saham BMRI mencatatkan nilai net sell asing sebesar Rp 132,8 miliar dengan volume transaksi sebanyak 34,5 juta saham. Pergerakan harga saham BMRI menguat 0,26% menembus level Rp 3.860. Kendati demikian, dalam kurun waktu satu bulan terakhir BMRI mencatatkan penurunan 7,2% dan melemah 24,3% secara ytd. Aktivitas perdagangan BMRI mencatatkan nilai transaksi Rp 547,4 miliar dengan volume 142,3 juta saham dalam 22,82 ribu kali frekuensi transaksi.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post