MALANG TODAY – Potensi gempa bumi akibat pergerakan zona megathrust di wilayah Indonesia sebenarnya telah dipetakan oleh para ahli sejak sebelum tragedi tsunami Aceh 2004. Menghadapi ancaman alam yang nyata ini, para pakar geologi dan kebencanaan mendesak pemerintah serta masyarakat untuk memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan nasional secara konkrit, daripada sekadar bersikap reaktif pascabencana.
“Tujuan pembicaraan mengenai megathrust seharusnya bukan membuat masyarakat bertanya kapan gempa besar itu terjadi, melainkan mengubah pertanyaannya menjadi: jika suatu saat terjadi, apakah kita sudah siap?” tegas pakar gempa dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Gayatri Indah Marliyani.
Gayatri menekankan bahwa informasi mengenai megathrust merupakan potensi ilmiah, bukan prediksi yang dapat dipastikan tanggal maupun jam kejadiannya. Oleh sebab itu, pemahaman mendalam mengenai karakter potensi ini sangat krusial agar seluruh elemen bangsa tidak lagi “membayar mahal” kerugian akibat penanganan bencana yang terlambat.
Mengenal Karakteristik dan Pemicu Gempa Megathrust
Megathrust merupakan zona patahan berukuran sangat besar yang terbentuk di sepanjang zona subduksi, yaitu area tempat satu lempeng tektonik menunjam ke bawah lempeng lainnya. Posisi geofisika Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif dunia—Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik—menjadikan kawasan kepulauan ini memiliki risiko tinggi.
Pemicu utama terjadinya gempa megathrust berasal dari akumulasi tegangan tektonik akibat gesekan antarlempeng yang terus bergerak beberapa sentimeter setiap tahun. Ketika bidang kontak yang terkunci sudah tidak mampu lagi menahan beban tegangan tersebut, pelepasan energi secara mendadak akan terjadi dan memicu gempa bumi bermagnitudo besar.
Peneliti Ahli Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuraini Rahma Hanifa, menjelaskan bahwa gesekan zona ini berpusat di dasar laut dengan pola pergeseran naik. Pergerakan massa tanah di dasar laut inilah yang berpotensi mendorong volume air dalam jumlah besar dan memicu gelombang tsunami hingga ke wilayah pesisir.
“Kita bisa hidup berdampingan dengan fenomena megathrust. Ini bukan sesuatu yang harus ditakuti secara berlebihan, melainkan harus diantisipasi karena kita hidup di negara kepulauan,” tutur Nuraini.
Peta Sebaran 14 Zona Megathrust di Indonesia
Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi terdapat 14 segmen zona megathrust yang tersebar di wilayah perairan Indonesia. Beberapa zona di antaranya mendapatkan perhatian dan pemantauan ekstra ketat karena tercatat sudah cukup lama tidak melepaskan energi besarnya (seismic gap).
Berikut adalah 14 zona megathrust beserta perkiraan magnitudo maksimumnya:
1. Megathrust Aceh-Andaman (M 9,2)
2. Megathrust Nias-Simeulue (M 8,7)
3. Megathrust Batu (M 7,8)
4. Megathrust Mentawai-Siberut (M 8,9)
5. Megathrust Mentawai-Pagai (M 8,9)
6. Megathrust Enggano (M 8,9)
7. Megathrust Jawa (M 9,1)
8. Megathrust Jawa bagian barat (M 8,9)
9. Megathrust Jawa bagian timur (M 8,9)
10. Megathrust Sumba (M 8,9)
11. Megathrust Sulawesi Utara (M 8,5)
12. Megathrust Palung Cotabato (M 8,3)
13. Megathrust Filipina Selatan (M 8,2)
14. Megathrust Filipina Tengah (M 8,1)
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memaparkan bahwa segmen seperti Mentawai-Siberut dan Selat Sunda termasuk zona yang terus dikawal secara intensif 24 jam nonstop. Bila terjadi gempa besar di Selat Sunda, misalnya, guncangan berpotensi terasa hingga DKI Jakarta dengan durasi dan intensitas tertentu, serta memicu tsunami minor di pesisir utara Banten dan Jakarta.
Aktivitas Gempa Terkini Tidak Selalu Berhubungan Langsung
Mengenai deretan gempa bumi yang melanda sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga pesisir pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir, pakar geologi menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak serta-merta menandakan pergerakan langsung pada zona megathrust utama.
Sebagai contoh, gempa di kawasan Flores dipicu oleh sistem Flores Back-Arc Thrust (sesar naik balik), sedangkan beberapa gempa di sekitar Banten dan Jakarta dipicu oleh aktivitas intraslab atau deformasi di dalam lempeng yang menunjam, bukan pada bidang patahan dangkal megathrust.
Meningkatnya jumlah gempa yang tercatat belakangan ini juga dipengaruhi oleh makin canggih dan rapatnya jaringan alat pemantau milik BMKG, sehingga gempa-gempa berskala kecil hingga sedang dapat terdeteksi secara lebih detail dibandingkan beberapa dekade lalu.
Urgensi Investasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Infrastruktur
Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), Avianto Amri, menyoroti pentingnya pengalokasian anggaran untuk pencegahan dan mitigasi bencana. Selama ini, porsi anggaran kerap terfokus pada penanganan tanggap darurat pascabencana, sementara pembiayaan untuk langkah-langkah pencegahan dinilai masih sangat minim.
Padahal, estimasi kerugian ekonomi nasional akibat bencana alam dapat mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahunnya. Berbagai hasil studi menunjukkan bahwa setiap investasi yang dikeluarkan untuk

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post