Pemerintah terus mematangkan langkah strategis untuk mempercepat inklusi keuangan nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,28 triliun guna mendanai pembukaan rekening bank massal bagi puluhan juta warga Indonesia yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan (unbanked).
Skema penyesuaian anggaran ini dialokasikan secara spesifik berdasarkan hasil pemetaan data calon penerima yang belum memiliki rekening resmi di bank. Penegasan tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan keterangan pers di Jakarta.
“Iya, kan kita lihat dari jumlahnya dan yang belum punya rekening. Setoran awal disiapkan Rp50.000 dan anggarannya Rp1,28 triliun,” ujar Airlangga Hartarto.
Sasar 25 Juta Warga Kelompok Rentan
Pemerintah telah merampungkan pendataan awal yang menjadi basis penetapan nilai anggaran program tersebut. Anggaran triliunan rupiah ini dirancang untuk memfasilitasi pembukaan rekening bagi 25 juta masyarakat berusia di atas 17 tahun yang tergolong dalam kelompok masyarakat rentan, yakni desil 1 hingga 4.
Setiap calon nasabah akan menerima dana stimulus berupa setoran awal sebesar Rp50.000 langsung di rekening baru mereka. Langkah ini diharapkan mampu meruntuhkan hambatan finansial awal bagi masyarakat kelas bawah untuk memiliki akun perbankan resmi.
Gandeng Bank BUMN dan BPS
Dalam meretas sasaran inklusi ini, pemerintah secara resmi melibatkan dua lembaga perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Jaringan luas kedua bank tersebut dinilai strategis untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Guna memastikan program tepat sasaran, validasi data calon nasabah disaring melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses ini melibatkan sinergi lintas lembaga yang mempertemukan peran Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dorong Target Inklusi Keuangan 99 Persen
Inisiatif pembukaan rekening massal ini tidak hanya berfokus pada kepemilikan akun semata. Pemerintah optimistis kepemilikan rekening resmi akan meningkatkan efektivitas penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) agar lebih akuntabel, transparan, dan langsung diterima oleh masyarakat tanpa perantara.
Selain memperlancar distribusi bansos, akses perbankan ini dibuka untuk mendorong pembiayaan kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat kecil. Integrasi ini menjadi fondasi utama pemerintah dalam mengejar target ambisius tingkat inklusi keuangan nasional hingga mencapai 99 persen.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post