Kementerian Keuangan Republik Indonesia melakukan penyegaran mendasar dalam jajaran birokrasi puncaknya. Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara resmi merombak lima pejabat eselon I guna memperkuat kinerja organisasi dan merespons dinamika ekonomi yang kian kompleks. Salah satu pergeseran paling krusial terjadi pada posisi Sekretaris Jenderal, di mana Robert Leonard Marbun dicopot dari jabatannya setelah baru bertugas selama tujuh bulan.
Posisi strategis Sekretaris Jenderal Kemenkeu kini dipercayakan kepada Astera Primanto Bhakti, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan. Rotasi jabatan ini ditandai dengan pelantikan resmi yang dipimpin langsung oleh Menkeu Suahasil, mengakhiri masa jabatan Robert yang dilantik pada 27 Maret lalu di era kepemimpinan menteri sebelumnya.
Nakhoda Baru Penggerak Birokrasi Kemenkeu
Sebagai Sekretaris Jenderal yang baru, Astera Primanto Bhakti mengemban tanggung jawab besar dalam mengendalikan koordinasi lintas lini di internal Kementerian Keuangan. Cakupan tugasnya melingkupi tata kelola sumber daya manusia, penganggaran internal, kelembagaan, aspek hukum, komunikasi publik, hingga pengelolaan aset negara.
Menkeu Suahasil menegaskan bahwa perombakan ini merupakan langkah adaptif organisasi dalam menjawab tantangan zaman dan meningkatkan efektivitas kerja secara menyeluruh. Ia meminta pimpinan birokrasi yang baru untuk tidak hanya fokus pada unitnya, tetapi mampu menjadi motor penggerak bagi seluruh lini Kemenkeu.
“Saya berharap Astera, selaku Sekretaris Jenderal, dapat mendorong konsolidasi dan pergerakan seluruh organisasi Kementerian Keuangan, bukan hanya unit yang dipimpinnya,” ujar Suahasil Nazara dalam pengarahannya.
Rotasi Lintas Direktorat dan Efisiensi Fiskal Daerah
Dampak dari pergeseran tersebut juga memicu rotasi pada kepemimpinan direktorat jenderal lainnya. Jabatan Direktur Jenderal Perbendaharaan yang ditinggalkan Astera kini diisi oleh Tri Budhianto. Sementara itu, posisi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan diserahterimakan kepada Nufransa Wira Sakti.
Nufransa mendapat mandat khusus untuk membenahi dan mengoptimalkan tata kelola transfer fiskal ke daerah. Sektor ini menjadi krusial mengingat alokasi dana pusat ke daerah merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Penguatan Pengawasan Pajak dan Analisis Ekonomi Global
Tak hanya di tingkat direktorat jenderal, perombakan ini meluas hingga ke jajaran staf ahli menteri. Neilmaldrin Noor dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Perpajakan, sedangkan Hidayat Amir dipercaya menduduki posisi Staf Ahli Bidang Makroekonomi dan Keuangan Internasional.
Penunjukan Neilmaldrin ditujukan untuk memperketat sistem pengawasan penerimaan negara dari sektor pajak. Di sisi lain, Hidayat ditugaskan untuk mempertajam analisis Kemenkeu terhadap gejolak ekonomi global serta ketidakpastian kondisi keuangan internasional yang berpotensi memengaruhi perekonomian domestik.
Menutup prosesi pelantikan, Menkeu menekankan agar seluruh pejabat yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi cepat dan merealisasikan arahan strategis menjadi langkah konkret bersama seluruh unit eselon I lainnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post