MALANG TODAY – Adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di Australia mengalami lonjakan signifikan. Sebuah laporan terbaru dari pemerintah mengungkapkan bahwa lebih dari 13 juta warga Australia kini mengintegrasikan perangkat AI ke dalam aktivitas sehari-hari mereka, dengan dominasi pengguna berasal dari kelompok usia produktif.
Dominasi Usia Produktif dalam Penggunaan AI
Berdasarkan laporan tahunan yang dirilis oleh badan pemerintah federal Jobs and Skills Australia (JSA), diperkirakan sebanyak 13,6 juta warga Australia aktif menggunakan perangkat AI setiap harinya. Angka ini menunjukkan betapa cepatnya kecerdasan buatan meresap ke dalam ranah personal maupun profesional masyarakat di negara tersebut.
Tingkat adopsi tertinggi tercatat pada kelompok masyarakat usia kerja. Laporan tersebut merinci bahwa 74 persen warga berusia 25 hingga 34 tahun dan 72 persen warga berusia 35 hingga 49 tahun mengaku mengandalkan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari.
Pencarian Informasi hingga Pembuatan Konten
Selain tingkat penggunaan, laporan JSA juga memetakan tujuan masyarakat dalam memanfaatkan AI. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas pengguna, yaitu lebih dari 60 persen responden, memanfaatkan AI untuk mencari informasi dan memperoleh saran. Sementara itu, sekitar 39 persen responden menggunakannya untuk membuat konten yang mendukung kebutuhan pekerjaan maupun studi.
Persiapan Menghadapi Perubahan Pasar Kerja
Menanggapi tren ini, Pelaksana Tugas Komisaris JSA, Trevor Gauld, menekankan pentingnya pemahaman mendalam terkait pergeseran teknologi yang dipicu oleh AI. Menurutnya, pemahaman ini menjadi kunci utama bagi Australia dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi peluang sekaligus tantangan di masa depan.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post