Pendiri sekaligus Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, kembali memperkuat basis kepemilikan sahamnya di emiten pertambangan batu bara tersebut. Konglomerat ini mengeksekusi pembelian kembali sebanyak 500 juta lembar saham BYAN pada 13 Oktober 2026 sebagai langkah investasi strategis.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi serap saham tersebut dilakukan pada harga pelaksanaan Rp 11.200 per saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 5,6 miliar. Aksi korporasi ini dinilai sebagai sinyal positif atas optimisme manajemen terhadap prospek fundamental perseroan di tengah dinamika industri energi nasional.
Aktivitas Transaksi Jumbo di Pasar Negosiasi
Langkah akumulasi saham oleh sang pengendali bertepatan dengan tingginya aktivitas perdagangan saham BYAN di pasar negosiasi BEI. Pada Rabu (14/10/2026), tercatat transaksi jumbo senilai Rp 1,1 triliun yang melibatkan 1.000.010 lot saham pada tingkat harga Rp 11.200 per saham.
Meskipun harga eksekusi di pasar negosiasi identik dengan nilai pembelian pribadi Low Tuck Kwong, pihak manajemen belum merilis rincian detail mengenai entitas yang terlibat dalam transaksi crossing bernilai triliunan rupiah tersebut.
Restrukturisasi Kepemilikan dan Masuknya Jhonlin Baratama
Aksi pembelian ini menyusul transaksi divestasi berskala besar yang rampung pada 7 Oktober 2026 lalu. Dalam transaksi tersebut, keluarga Low Tuck Kwong melepas total 10.084.088.370 lembar saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama dengan harga pelaksanaan Rp 2.588 per saham, atau bernilai total Rp 26,09 triliun.
Pelepasan saham tersebut terdiri dari pengalihan 10.067.421.703 saham milik Low Tuck Kwong dan 16.666.667 saham milik putrinya, Elaine Low. Sebelum pengalihan skala besar tersebut, Low Tuck Kwong sempat mengalihkan 33.333.335 saham kepada Elaine Low pada harga Rp 11.025 per saham untuk menjaga struktur kepemilikan sang anak.
Dampak dari restrukturisasi tersebut mengubah konfigurasi porsi pemegang saham emiten berkapitalisasi pasar besar ini secara signifikan:
- PT Jhonlin Baratama kini menguasai 30,25% saham BYAN.
- Elaine Low menggenggam kepemilikan sebesar 22,05% (setara 7.350.500.368 saham).
- Low Tuck Kwong memegang porsi langsung sebesar 9,95% (setara 3.316.166.832 saham), sebelum ditambah aksi pembelian terbarunya.
Pihak manajemen PT Bayan Resources Tbk menegaskan bahwa masuknya Jhonlin Baratama sebagai salah satu pemegang saham utama tidak mengubah peta kendali perusahaan. Status pengendali akhir perseroan dipastikan tetap berada di tangan struktur manajemen awal.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post